
NEWS | MEGAPOLITAN
“Ribuan tenaga honorer Garut akhirnya bernafas lega, namun kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas,”
Garut | JAWA BARAT | Lapan6Online : Langit cerah menjadi saksi, ketika birunya hari berpadu dengan hijau pakaian Korpri. Dalam kesejukan angin pagi, semangat baru tumbuh bersama pelantikan P3K paruh waktu, tanda bakti yang kian mengakar bagi negeri.

Sebanyak 6.596 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu dalam upacara khidmat yang digelar di Alun-Alun Garut, pada Jumat (7/11/2025).
Para peserta yang terdiri dari 1.987 tenaga guru, 65 tenaga kesehatan, dan 4.544 tenaga teknis tampak antusias mengikuti prosesi pelantikan yang dimulai pukul 07.30 WIB dan berlangsung tertib hingga selesai.

- Prosesi Pelantikan Penuh Khidmat
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Bupati Garut tentang Pengangkatan P3K Paruh Waktu, pengambilan sumpah jabatan, dan penandatanganan berita acara sumpah.
Bupati Garut H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU. kemudian memberikan pernyataan resmi sekaligus menyerahkan SK P3K Paruh Waktu secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Pelantikan ini juga dihadiri oleh Kepala BKN Regional III Jawa Barat, Wahyu, yang memberikan sambutan serta menyerahkan penghargaan kepada Pemkab Garut atas keberhasilannya dalam mempercepat pengangkatan P3K Paruh Waktu.
Turut hadir jajaran pejabat dari DPRD Garut, BKD, Sekretariat Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kejaksaan Negeri Garut, Forkopimda, serta unsur struktural di lingkungan Pemkab Garut.

- Bupati : Dedikasi Honorer Patut Dihargai
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan “Apresiasi dan rasa bangga saya sampaikan atas dedikasi para tenaga honorer yang kini memperoleh pengakuan resmi melalui status P3K Paruh Waktu,” ujar Bupati Garut.
Ia mengakui, honor yang diberikan saat ini belum maksimal, namun Pemkab Garut berkomitmen untuk terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan para pegawai.

“Saya berpesan, jagalah sikap dan integritas ASN sebagai panutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Pelantikan ditutup dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri”, dilanjutkan doa bersama dan sesi foto resmi. Suasana haru menyelimuti ribuan peserta yang saling berpelukan dan berswafoto sebagai penanda momen bersejarah dalam perjalanan pengabdian mereka.
- Gaji Disesuaikan Pendidikan dan keuangan daerah
Usai acara, peserta melanjutkan pengambilan SK di sejumlah lokasi yang telah dijadwalkan, seperti Aula Dinas Kesehatan, Aula PGRI Kecamatan Tarogong Kaler, dan beberapa tempat lain di lingkungan Pemkab Garut.
Meski suasana penuh syukur, sebagian peserta mengaku masih khawatir dengan besaran gaji yang dianggap belum mencukupi kebutuhan dasar keluarga.
Besaran gaji P3K Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Garut saat ini disesuaikan dengan keuangan daerah :
- P3K PW Lulusan SD: Rp500.000
- P3K PW Lulusan SMP: Rp600.000
- P3K PW Lulusan SMA: Rp700.000
- P3K PW Luludan D3: Rp900.000
- P3K PW Lulusan S1: Rp1.000.000
Hingga kini, belum ada kejelasan terkait tunjangan fungsional, tunjangan keluarga, tunjangan beras, tunjangan kesehatan, THR, maupun gaji ke-13 bagi pegawai P3K paruh waktu.

- Kisah Pengabdian : Dua Dekade Menanti Pengakuan
Salah satu peserta pelantikan, Selpi Yani, S.Pd.I, guru SDN 2 Sukamukti Kecamatan Banyuresmi, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya usai menerima SK di Aula PGRI Tarogong Kaler. “Saya bersyukur akhirnya mendapat pengakuan ini setelah lebih dari dua puluh dua tahun mengabdi. Saat ini saya juga tengah mengikuti PPG Guru Kelas Batch 3 tahun 2025. Awal menjadi guru, saya menerima honor Rp50.000 per bulan pada tahun 2003,” ujar Selpi dengan mata berkaca-kaca.
Ia menambahkan, meski sudah belasan tahun mengabdi, penghasilan yang diterima masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
- Komitmen Pemkab Garut
Pelantikan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Garut dalam memperkuat kualitas layanan publik serta memberikan penghargaan atas dedikasi tenaga honorer yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. (*Deden JS/Lpn6)

















