Jangan Biarkan Potensi Pemuda Sia – Sia

0
17
Eva Arlini SE/Foto : Ist.

OPINI | POLITIK

“Saat ini generasi Z menjadi kelompok demografis terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 74,93 juta jiwa atau 27,94 persen dari total populasi yang ada. Tentu keberadaan mereka diperhitungkan bagi kemajuan bangsa,”

Oleh : Eva Arlini, SE

GENERASI muda hari ini menjadi salah satu pemain penting di pasar modal. Mereka adalah kontributor terbesar kedua secara jumlah, sebagai penggerak utama peningkatan aktivitas pasar modal di Sumut. (https://m.gosumut.com)

Di tengah generasi Z yang secara umum dikenal manja, ada dari mereka yang aktif dan produktif tentu patut diapresiasi. Apalagi jumlah mereka besar. Saat ini generasi Z menjadi kelompok demografis terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 74,93 juta jiwa atau 27,94 persen dari total populasi yang ada. Tentu keberadaan mereka diperhitungkan bagi kemajuan bangsa.

Namun kontibusi pemuda di pasar modal bukanlah potensi mereka yang sebenarnya diharapkan. Alasannya, pasar modal tidak secara signifikan memiliki pengaruh kebaikan bagi seluruh lini masyarakat. Pasar modal dianggap bermanfaat karena perannya sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan. Perusahaan yang mendapatkan dana dari masyarakat melalui saham diharapkan dapat berkembang dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Kenyataannya investasi saat bukan lagi berperan sebatas pendanaan modal perusahaan. Telah diciptakan berbagai macam produk investasi yang menjanjikan keuntungan secara cepat. Sesuai kemajuan teknologi digital saat ini, menjamur penawaran investasi melalui media sosial. Semua menawarkan keuntungan besar secara mudah dan instan.

Alhasil tujuan banyak orang masuk ke pasar saham adalah untuk menjadi kaya secara instan, bukan investasi jangka panjang. Hal ini justru tidak baik bagi perekonomian. Bisa memicu krisis ekonomi.

Pemuda sangat bergantung pada dunia digital. Berjam – jam mereka bermedia sosial. Maka diyakini para pemuda adalah yang turut tergiur dengan rayuan keuntungan dari investasi saham. Mereka bermain di pasar saham bukan ingin berinvestasi secara jangka panjang melainkan ingin kaya mendadak.

Di sisi lain, beraktivitas di pasar modal tidak semudah yang dibayangkan. Banyak orang yang berinvestasi di pasar modal berharap keuntungan tanpa pemahaman yang matang, akhirnya hanya menajdi bulan bulanan para pemodal besar. Sangat mungkin pemuda menjadi bagian daripadanya, ikut – ikutan berinvestasi di pasar modal tanpa ilmu yang cukup sehingga justru rawan ditipu investasi bodong.

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima 120 laporan dugaan manipulasi saham sepanjang Januari hingga Agustus 2025, dengan nilai transaksi mencurigakan sebesar Rp 2,3 triliun. Manipulasi ini umumnya terjadi pada saham kapitalisasi kecil menengah.

Keikutsertaan generasi Z dalam praktik ini bukan saja tidak bermanfaat bagi masyarakat secara umum, bahkan bagi diri mereka sendiri justru menjerumuskan kepada kondisi yang rapuh dan mudah stress. Mereka terbentuk menjadi generasi apatis yang hanya mengejar angan – angan pribadi. Lama – lama empati mereka terhadap permasalahan di masyarakat bisa terkikis.

Pemuda Harapan Kebangkitan
Setiap kali kondisi sebuah peradaban rusak, pemudalah yang memiliki energi terbaik untuk membawa perubahan. Pemuda terpilih menjadi penggerak perubahan karena energi fisik dan pemikiran mereka yang masih full. Sejarah kebangkitan Islam telah menggambarkan hal itu.

Para sahabat yang mendampingi perjuangan dakwah Rasulullah swt adalah para pemuda. Sebut saja Ali bin Abi Thalib, Thalhah dan Zubeir bin Awam yang berusia di bawa 15 tahun, mendedikasikan masa mudanya untuk perjuangan Islam.

Demikianlah generasi Z hari ini, hendaknya fokus berperan untuk kebangkitan Islam. Islam merupakan aturan hidup sempurna, yang bisa menjadi solusi terhadap segala permasalahan hidup kita saat ini.

Saat ini kita sedang mengalami krisis kepemimpinan. Baru – baru ini wilayah Sumatera khususnya Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh mengalami musibah banjir bandang dan longsor. Setelah diamati ternyata penyebab terbesarnya adalah pengrusakan alam yang dilakukan oleh para kapitalis yang mendapat izin dari penguasa.

Pemuda sebagai penduduk terbesar di Indonesia sudah seharusnya ikut berperan menyuarakan kezhaliman penguasa. Idealnya mereka bersemangat untuk memahami Islam, lalu ikut mendesak penguasa untuk berhenti menzhalimi rakyat dan mengambil Islam sebagai aturan bernegara.

Tanpa berperan untuk kebangkitan ke arah Islam, maka potensi pemuda akan sia – sia. Bagaimana mempertanggungjawabkan masa muda dihadapan Allah swt kelak? (**)

*Penulis Adalah Guru Tahsin Quran