OPINI | POLITIK | EKONOMI
“Kang Dedi meluncurkan sejumlah kebijakan strategis yang dinilai memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Fokusnya terbagi pada pemerataan pembangunan infrastruktur hingga pelosok, penguatan disiplin generasi muda melalui program pembinaan terstruktur, penghijauan kawasan perbukitan dan gunung,”
Oleh : Deden Jaja Sukria
BELUM genap setahun menjabat, Kang Dedi Mulyadi (KDM,red), yang akrab disapa Bapak Aing, tampil dengan gaya kepemimpinan yang berbeda: dekat, sederhana, namun tetap tegas. Dilantik serentak bersama para kepala daerah lain di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025 pukul 10.00 WIB, ia langsung “tancap gas” mengeksekusi program prioritas bagi Jawa Barat.
Dalam periode singkat ini, Kang Dedi meluncurkan sejumlah kebijakan strategis yang dinilai memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Fokusnya terbagi pada pemerataan pembangunan infrastruktur hingga pelosok, penguatan disiplin generasi muda melalui program pembinaan terstruktur, penghijauan kawasan perbukitan dan gunung, serta peningkatan transparansi tata kelola APBD.

Transparansi anggaran kini dapat diakses publik melalui kanal resmi pemerintah provinsi. Langkah ini diapresiasi karena membuka ruang partisipasi warga sekaligus memperkuat akuntabilitas pemerintah daerah.
Gaya kepemimpinan Kang Dedi tidak semata administratif. Beliau memimpin dengan cara yang humoris, tapi tetap tegas. Bapak Aing bukan tipe diktator. Ia selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Perhatian Kang Dedi terhadap konten kreator lokal juga menjadi sorotan. Pendapatan dari karya digital yang melibatkan dirinya kerap diarahkan kembali kepada masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu. Tanpa upaya memperkaya diri, berbagai apresiasi dan bantuan disalurkan untuk memperkuat kesejahteraan sosial.
Bahkan dalam beberapa bulan terakhir Gubernur Jawa Barat aktif menghimpun donasi kemanusiaan lintas daerah, termasuk untuk korban musibah di Provinsi Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera. Gerakan ini menunjukkan kepedulian Kang Dedi yang melampaui batas administratif provinsi dan merangkul solidaritas kebangsaan.
Seiring waktu, Bapak Aing kian dipersepsikan bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai representasi suara dan harapan masyarakat Jawa Barat. Programnya tidak sekadar teknis, melainkan meneguhkan nilai kebersamaan, transparansi, dan pemberdayaan.
Dengan komitmen yang konsisten, Kang Dedi Mulyadi terus menyiapkan langkah lanjutan yang berpihak pada perubahan nyata, membangun optimisme baru di tengah masyarakat Tanah Pasundan.
Sehingga ini menjadi catatan Sejarah bagi warga Jawa Barat, sosok pemimpin yang tanpa tedeng aling-aling (tidak takut tantangan apapun,red) untuk sebuah pengabdia, terlebih menjalankan amanah rakyat Jawa Barat. Sulit, Rumit, Terhimpit sekalipun, sosok Bapak Aing tidak akan pernah mundur sejengkal pun karena untuk kebenaran rakyat Jawa Barat. Salam Kalo Bersih Kenapa Risih! (**)
*Penulis Adalah Kepala Biro Wilayah Garut Media Lapan6Online.com


















