Cabai dan Beras Menaikkan IPH di Bantaeng dan Sinjai

0
149
Pengecer di pasar rakyat, Kabupaten Sinjai

EKONOMI

“Beras menjadi penyumbang terbesar di Bantaeng dengan andil 2,4651. Kemudian cabai rawit 0,3693, yang disusul daging ayam ras 0,293. Sementara di Sinjai, beras berkontribusi 2,6064, udang basah 0,6277 dan cabai rawit 0,4013,”

Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan terakhir Juli 2025 di sejumlah kabupaten se-Sulawesi Selatan.

Berdasar data yang diolah dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SPPKP) Kementerian Perdagangan, tercatat Bantaeng mengalami kenaikan IPH tertinggi, yakni 3,17 persen. Posisi kedua ditempati Sinjai dengan 2,93 persen pada pekan kelima Juli.

Kepala BPS Sinjai, Syamsuddin menyampaikan kenaikan IPH terutama disebabkan komoditas beras, cabai rawit dan daging ayam ras. Beras menjadi penyumbang terbesar di Bantaeng dengan andil 2,4651. Kemudian cabai rawit 0,3693, yang disusul daging ayam ras 0,293. Sementara di Sinjai, beras berkontribusi 2,6064, udang basah 0,6277 dan cabai rawit 0,4013.

Syamsuddin menjelaskan cabai rawit menjadi komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi di sebagian besar kabupaten, termasuk Sinjai dan Bantaeng. Nilai koefisien variasi (CV), yang mencerminkan tingkat fluktuasi harga, pada komoditas cabai rawit tercatat 0,197688 di Bantaeng dan 0,157391 di Sinjai.

“Data ini menunjukkan komoditas pangan strategis seperti beras dan cabai masih sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga di masyarakat,” ujar Syamsuddin di Sinjai, Senin (4/8/2025).

Beberapa kabupaten lain juga mencatat kenaikan IPH cukup tinggi. Tana Toraja 2,44 persen, Enrekang 2,31 persen, serta Takalar 1,89 persen. Di sisi lain, dua kabupaten mengalami penurunan IPH, yaitu Barru -2,16 persen dan Jeneponto -2,55 persen. Penurunan IPH Jeneponto disebabkan turunnya harga daging ayam ras -2,234, tahu mentah -0,5594 dan cabai merah -0,189.

Dari sisi fluktuasi harga tertinggi pekan berjalan, cabai rawit tercatat sebagai komoditas paling labil di sebagian besar wilayah, diikuti cabai merah dan bawang merah.

Berikut data lengkap disusun BPS, hasil pemantauan harga pekan kelima, Juli 2025, komoditas pangan pokok dari SPPKP Kementerian Perdagangan.

*Pewarta : Amrullah Andi Faisal