Citos Indonesia Dukung Mbak Tutut Nahkodai Golkar

0
166
Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dan Ketua Umum Citos Indonesia (Cinta Soeharto Sejati,red) Gus Huda, ST/Foto2 : Ist.

POLITIK

“Pemimpin yang memiliki kemampuan mengambil keputusan, mengelola konflik, dan mengembangkan strategi dapat membawa partai ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, Golkar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memenangkan pemilihan umum,”

Jakarta | Lapan6Online : Kontestasi politik internal Partai Golkar mengacu pada persaingan perebutan kekuasaan dan posisi di dalam partai, yang seringkali terjadi ketika ada perubahan kepemimpinan atau persiapan pemilihan ketua umum. Fenomena ini mencakup dinamika politik seperti persaingan antar kandidat untuk posisi strategis dan proses seperti rapat pleno yang bertujuan menentukan pemimpin partai pengganti

Ada dorongan yang tertuju kepada putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) untuk menakhodai Parpol berlambang pohon beringin guna menggantikan posisi Bahlil Lahadalia.

Salahsatu yang menyatakan sikap adalah Ketua Umum Citos Indonesia (Cinta Soeharto Sejati,red) Gus Huda, ST, dan Sekretaris Jenderal Citos Dr. Wahyu Widi Sasongko,.M.Sc.,LL.M ,Ph.D mendukung penuh Pembina Citos Indonesia Siti Hardiyanti Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut untuk maju memimpin Partai Golongan Karya (Golkar,red) menggantikan Bahlil Lahadalia yang sekarang menjadi Ketua Umum Golkar.

Dengan pengalaman Mbak Tutut di kancah politik bisa menjadikan partai golkar menjadi lebih baik lagi di kancah politik pemilu 2029.

Kepada Lapan6Online, Ketua Umum Citos Indonesia ( Cinta Soeharto Sejati,red) Gus Huda, ST pada Sabtu (23/08/2025) mengatakan bahwa,”Partai Golkar membutuhkan pemimpin yang memiliki strong leadership untuk memimpin partai dan meningkatkan elektabilitasnya,” tegasnya.

Gus Huda menjelaskan bahwa,”Ada beberapa kriteria yang dibutuhkan oleh pemimpin Golkar saat ini yaitu memiliki kemampuan mengambil keputusan tegas. Karena pemimpin harus dapat mengambil keputusan yang tepat dan strategis untuk kepentingan partai. Kemudian, memiliki kemampuan mengelola konflik, dan bukan melakukan pencitraan. Selain itu, pemimpin harus dapat mengelola konflik internal partai dan meningkatkan solidaritas antar kader. Dan yang terakhir adalah memiliki kemampuan mengembangkan strategi. Karena pemimpin harus dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan elektabilitas partai, kesemuannya ada pada diri Mbak Tutut,” jelas Gus Huda.

Tantangan Golkar
Golkar saat ini menghadapi beberapa tantangan, diantaranya harus meningkatkan Elektabilitas, Golkar perlu meningkatkan elektabilitasnya untuk memenangkan pemilihan umum. Tidak hanya itu saja, harus segera menyudahi konflik internal. Maka,Golkar perlu mengelola konflik internal partai dan meningkatkan solidaritas antar kader.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Citos Indonesia, Dr. Wahyu Widi Sasongko,.M.Sc.,LL.M ,Ph.D, ia mengatakan, ”mbak tutut pembina citos jika memimpin partai Golkar maka citos indonesia akan mendukung penuh mbak tutut memimpin partai golkar, mbak tutut pemimpin yang memiliki strong leadership dan mampu memimpin partai golkar dan bisa meningkatkan elektabilitas partai di 2029 dan pastinya mendukung pak prabowo di pemilu 2029. Mbak tutut juga Pemimpin yang memiliki kemampuan mengambil keputusan yang bagus, bisa mengelola konflik, dan mengembangkan strategi dan dapat membawa partai ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, Golkar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memenangkan pemilihan umum 2029,” jelas Wahyu.

Sekretaris Jenderal Citos Dr. Wahyu Widi Sasongko,.M.Sc.,LL.M ,Ph.D

Menurut beberapa pengamat politik,seorang pemimpin yang memiliki strong leadership dapat membawa partai ke arah yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Merespon hal terkait, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie memberikan analisa, Pihak istana kepresidenan tidak akan ragu memberikan dukungannya jika Mbak Tutut benar-benar maju dalam kontestasi.

Dirinya juga melihat, Ada beberapa faktor kunci yang membuat posisi Tutut sangat diperhitungkan. Selain nama besar Soeharto yang masih memiliki pengaruh historis di tubuh Golkar, koneksi keluarga menjadi variabel penting lainnya.

Menurut Jerry Massie bahwa,“Mbak Tutut secara nama besar, sudah ada. Jadi Mbak Tutut punya kekuatan besar, saya pikir akan didukung oleh Presiden,” ujarnya, pada Kamis (21/8/2025).

Dia memandang, Mbak Tutut bukan hanya mengandalkan nama besar. Kapabilitas dan rekam jejaknya di dunia politik dinilai lebih dari cukup untuk memimpin Partai sebesar Golkar.

Jerry Massie menambahkan,”Pengalaman beliau sejak era 1990-an, di mana ia tercatat sebagai Anggota MPR dari Fraksi Golkar. Dalam struktur partai pernah menjabat sebagai Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pemberdayaan Wanita DPP Partai Golkar pada tahun 1992,” tambahnya.

Diakhir keterangannya ia mengatakan,”Pengalaman Mbak Tutut diranah eksekutif tak bisa dipandang sebelah mata, mengingat perannya sebagai pelaksana tugas Ibu Negara hingga menjabat sebagai Menteri Sosial di era pemerintahan ayahnya. Jadi saya lihat Golkar butuh pemimpin yang punya strong leadership dan itu ada di Mbak Tutut,” pungkas Direktur Eksekutif P3S. (*D@ni/Red)