Yohanes, Dari Pena Jurnalis ke Dunia Hukum

0
49
Yohanes, Putra bungsu dari keluarga petani

PROFILE | HUKUM | POLITIK

“Saya ingin terus mengembangkan ilmu hukum yang saya pelajari. Ke depannya saya ingin menjadi advokat agar bisa membantu masyarakat kecil yang kesulitan menghadapi persoalan hukum,”

Kubu Raya l KALBAR l Lapan6Online : Dari sebuah kampung kecil bernama Jabeng, Kabupaten Landak, lahir sosok inspiratif bernama Yohanes. Putra bungsu dari keluarga petani ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar.

Lahir pada 1 Februari 1985, Yohanes tumbuh dalam kesederhanaan. Semangat belajarnya membuat ia menuntaskan pendidikan Sarjana Pendidikan (S.Pd) di Universitas Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang pada 2017.

Tak berhenti di sana, Yohanes melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka (UT) Pontianak hingga akhirnya berhasil meraih gelar Sarjana Hukum (S.H) pada 2025.

Puncak perjalanan panjang itu dirayakan pada Sabtu (23/8/2025) saat Yohanes resmi diwisuda di Qubu Resort, Kubu Raya.

Suasana haru menyelimuti momen tersebut, terutama bagi keluarga dan sahabat yang selalu menjadi penyemangatnya.

Selain berprestasi di bidang akademik, Yohanes juga dikenal sebagai seorang jurnalis. Ia menekuni profesi wartawan sejak 2010 dan bahkan mendirikan medianya sendiri pada 2017.

Kini, dengan bekal ilmu hukum, ia bergabung sebagai Paralegal di Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI), di bawah naungan kantor hukum Dr. Dwi Joko Prihanto, S.H., M.H. di Pontianak.

Dalam wawancara usai wisuda, Yohanes menuturkan cita-citanya.

“Saya ingin terus mengembangkan ilmu hukum yang saya pelajari. Ke depannya saya ingin menjadi advokat agar bisa membantu masyarakat kecil yang kesulitan menghadapi persoalan hukum,” ujarnya penuh semangat.

Dukungan pun datang dari Dr. Dwi Joko Prihanto.
“Paralegal memang punya keterbatasan, tapi dengan semangat yang dimiliki Yohanes, saya yakin ia bisa melangkah menjadi advokat di masa depan,”katanya.

Kini, Yohanes bukan hanya jurnalis dan paralegal, tetapi juga seorang suami sekaligus ayah tiga anak. Ia berpesan kepada generasi muda maupun siapa pun yang masih berjuang meraih mimpi.

“Jangan takut karena usia. Rintangan pasti ada, jangan menyerah. Jika ada niat, Tuhan pasti campur tangan dan mimpi akan menjadi nyata,” lanjut nya

Kisah Yohanes menjadi bukti nyata bahwa dari kampung kecil pun bisa lahir harapan besar. Dari Kampung Jabeng menuju panggung wisuda, langkah Yohanes terus berlanjut menuju cita-cita sebagai advokat pembela masyarakat kecil.

*Rls | Yulizar Lapan6Online