Idul Fitri di Beranda Negeri : Ratusan Jamaah Padati Masjid Al Muhajirin PLBN Entikong

0
66
PERISTIWA
“Ibadah Ramadan yang telah kita jalani selama sebulan penuh harus menjadi pondasi untuk memperkuat akhlak dan ketakwaan, karena itulah bekal terbaik dalam kehidupan,”
PLBN Entikong | Sanggau | KALBAR | Lapan6Online : Di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ratusan kaum muslimin dan muslimat memadati Masjid Al Muhajirin dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah, pada Sabtu (21/03/2026).
Suasana khidmat terasa kental, mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

dan Ustaz Abidin Syah sebagai khotib
Sejak pagi, jamaah mulai berdatangan dari berbagai titik di Kecamatan Entikong. Momentum Idul Fitri di kawasan perbatasan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol persatuan dan keteguhan identitas kebangsaan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Sebelum sholat dimulai, pengurus masjid menyampaikan penyaluran zakat fitrah serta tata tertib pelaksanaan ibadah. Dalam pengumuman tersebut, Aris Munandar ditunjuk sebagai muazin, Ustaz Muh Ilyas sebagai imam, dan Ustaz Abidin Syah sebagai khotib.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, aparat Polsek Entikong turut diterjunkan mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan PLBN. Kehadiran aparat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas aktivitas masyarakat di wilayah strategis perbatasan.
Dalam khutbahnya, Ustaz Abidin Syah menekankan pentingnya menjaga keimanan dan ketakwaan sebagai bekal utama kehidupan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan dengan berbagai dinamika sosial dan budaya.
“Ibadah Ramadan yang telah kita jalani selama sebulan penuh harus menjadi pondasi untuk memperkuat akhlak dan ketakwaan, karena itulah bekal terbaik dalam kehidupan,” pesannya di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan spiritual sekaligus kesempatan untuk kembali kepada fitrah, dengan harapan memperoleh ampunan dari Allah SWT atas segala dosa yang telah lalu.
Perayaan Idul Fitri di kawasan perbatasan seperti Entikong memiliki makna tersendiri. Selain sebagai hari kemenangan umat Islam, momen ini juga menjadi refleksi kebersamaan masyarakat lintas latar belakang yang hidup berdampingan di wilayah strategis negara.
Sholat Id di Masjid Al Muhajirin pun berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, menjadi gambaran kuat bahwa nilai-nilai religius dan kebangsaan tetap terjaga di garis terdepan Indonesia. (*Saepul/Lpn6)