OPINI | POLITIK
“Agama dianggap hanya untuk mengatur ibadah mahdhah saja, sedangkan kehidupan umat disetir oleh aturan buatan manusia. Alhasil, umat tidak mengetahui hakikat diciptakannya manusia, yaitu sebagai hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah pada pencipta-Nya,”
Oleh : Nurhalisa
MENGAPA setiap hari kita terus dihantui oleh kejahatan? Apakah ini buah dari sistem kapitalis, yang membuat kejahatan kian merajalela?
Dilansir dari MEDAN, KOMPAS.com, sejumlah empat remaja diketahui maling sepeda motor warga di Kota Medan sesudah para pelaku dugem.
Kepala Polsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat menerangkan para pelaku bernama Aprianda Rifain Sembiring (20), Rendi Setiawan (19), Maulana Fahri (19), dan Arlanda (22). Eksistensi para pelaku dapat terlacak polisi karena motor korban dilengkapi dengan GPS.
Awalnya, pada Rabu (7/5/2025) berkisar jam 03.00 WIB para pelaku pergi ke klub malam di Desa Namo Rube Julu, Kabupaten Deli Serdang. “Pulang dari klub, sekitar jam 10.00 WIB, mereka mencari sasaran sepeda motor yang mau mereka maling,” Ungkap Bambang saat melangsungkan konferensi pers di Polsek Sunggal pada Kamis (15/5/2025).
Kasus pencurian di kalangan pemuda semakin mengkhawatirkan masyarakat di berbagai daerah, salah-satunya Kota Medan. Kriminalitas dalam bentuk pencurian motor ini telah menjadi peristiwa sosial yang terus-menerus terjadi dengan tingkat kejahatan yang kian mengerikan. Lantaran, kasus ini terjadi di mana-mana dan sudah banyak menelan korban.
Naiknya angka kriminalitas saat ini tidak bisa lepas dari faktor ekonomi. Apa lagi biaya hidup saat ini yang selalu meningkat setiap bulannya. Kemudian, banyak pabrik yang melakukan PHK massal makin mendorong orang-orang melakukan tindak kejahatan. Sistem kapitalis yang diterapkan saat ini, memang membebaskan seluruh urusan rakyat kepada individu atau swasta. Terlebih lagi sanksi yang diberikan saat ini tidak memberikan efek jera, sehingga pelaku kejahatan akan terus meningkat.
Selain negara yang kapitalistik, lemahnya iman mereka juga dapat membuat seseorang gampang untuk melakukan tindak kejahatan. Seburuk apa pun keadaan ekonomi seseorang, jika iman dan takwa tetap jadi pegangan, maka mereka akan selalu bersabar dan berikhtiar sesuai dengan syariat. Lalu, mengapa saat ini banyak muslim yang imannya lemah?
Sesungguhnya, ini bermula dari penerapan sistem kehidupan sekuler di tengah masyarakat. Sistem ini yang memisahkan agama dari kehidupan.
Agama dianggap hanya untuk mengatur ibadah mahdhah saja, sedangkan kehidupan umat disetir oleh aturan buatan manusia. Alhasil, umat tidak mengetahui hakikat diciptakannya manusia, yaitu sebagai hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah pada pencipta-Nya.
Dalam kehidupannya, mereka terus memburu materi sebab standar kebahagiaan adalah terpenuhinya kepuasan jasadi. Alhasil, makin mendorong tingginya kriminalitas sebab mereka akan merasa bahagia jika memiliki materi, meskipun mengambil dengan cara yang berlawanan dengan syariat-Nya.
Semua itu berbeda dengan Islam, yang memiliki sistem kehidupan yang khas dan pemerintahan yang fokus terpenuhinya hajat umat. Pertama, sistem kehidupan akan berasaskan pada akidah Islam. Kesadaran ini akan mengokohkan iman kaum muslim.
Umat akan disibukkan dengan amalan saleh dan terhindar dari tindakan yang sia-sia, apalagi sampai membuat Allah murka. Kemudian, sistem pemerintahan Islam akan menempatkan rakyat sebagai tujuan utama kerja penguasa. Sehingga kebahagiaan umat akan benar-benar diperhatikan.
Sistem peradilan dalam Islam juga sangat terjamin dengan sanksi yang tegas dan memberikan efek jera. Contohnya, pelaku pencurian akan mendapatkan sanksi berupa dipotong tangannya sesuai dengan kejahatan yang dia lakukan.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: Laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana. (QS. Al-Maidah [5] : 38)
Dengan diberikannya sanksi ini akan menurunkan angka kriminalitas, sehingga keamanan umat akan terjamin. Selain itu, sistem Islam juga akan menutup pintu kriminalitas dengan memastikan keamanan rakyatnya.
Sistem ekonomi yang diterapkan negara akan memastikan setiap orang terjamin kebutuhan pokok dan publiknya. Itu semua dapat terwujud, karena sistem Islam akan mempersiapkan lowongan kerja yang cukup untuk laki-laki mencari nafkah. Negara juga akan memastikan, harga bahan pangan, sandang, dan papan murah bagi siapa saja. Dengan terjaminnya keperluan hajat hidup orang banyak, maka tidak ada lagi alasan seseorang untuk berbuat kriminalitas. Wallahu a’lam bisshawab. (**)
*Penulis Adalah Aktivis Muslimah


















