HUKUM
“Saya akhirnya menyetujui menjual tanah dan bangunan sesuai putusan. Tapi ada bagian tanah yang tidak termasuk dalam bangunan, dan saya merasa tidak pernah menjual bagian itu,”
Bengkayang l KALBAR | Lapan6Online : Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalbar 1 oleh PT GCL Indo Tenaga sejak dimulai pada 2017 masih menyisakan persoalan, terutama terkait pembebasan lahan milik warga. Salah satu warga terdampak, Kristiani Tervi (57), mengaku hingga kini belum menerima pembayaran tuntas atas lahan miliknya seluas sekitar 8.000 meter persegi.

Atas persoalan tersebut, Kristiani melaporkan dugaan penyerobotan lahan oleh PT GCL Indo Tenaga ke Polres Bengkayang. Laporan pengaduan itu telah teregistrasi dengan nomor STPL.Pengaduan 34/V/2025/SPKT Polres Bengkayang pada Senin (19/5/2025), dan disampaikan bersama sang suami.

Kristiani mengungkapkan, pada 2017, seorang bernama Hari Muhardani Nasution bersama tim dari PT GCL Indo Tenaga pernah datang untuk mengajukan penawaran pembelian tanah. Namun penawaran tersebut tidak disepakati karena harga dianggap terlalu rendah.
“Waktu itu kami belum sepakat karena harga terlalu rendah, jadi tanah tidak kami jual,” ujar Kristiani.
Namun, pada 2018, Kristiani justru menerima surat gugatan dari pengadilan yang diajukan oleh pihak PT GCL Indo Tenaga. Proses hukum pun berlangsung hingga pengadilan memutuskan agar dirinya melepaskan tanah beserta tiga bangunan di atasnya.

“Saya akhirnya menyetujui menjual tanah dan bangunan sesuai putusan. Tapi ada bagian tanah yang tidak termasuk dalam bangunan, dan saya merasa tidak pernah menjual bagian itu,” katanya.
Kristiani juga mengaku tidak lagi bisa mengakses atau mengelola lahan yang menurutnya masih merupakan milik pribadi.

“Hadirnya kami di Polres Bengkayang untuk membuat pengaduan artinya kami mencari keadilan. Sudah lebih dari tujuh tahun kami tidak bisa menggarap lahan kami,” tuturnya.
Ia berharap pihak kepolisian dapat menjadi penengah dan menegakkan hukum agar keadilan dapat terwujud bagi masyarakat kecil seperti dirinya. (*Yulizar)


















