HUKUM
“Viral Video Keributan di Pasar Parung, Ormas LMP Beri Penjelasan. Kami berharap pihak kepolisian dapat bertindak cepat dan memberikan efek jera kepada para pelaku pungutan liar ini. Jangan sampai aksi premanisme ini terus berlanjut dan merugikan masyarakat,””
Bogor | JAWA BARAT | Lapan6Online : Ormas Laskar Merah Putih (LMP), melalui Kepala Staf Markas Besar, Daeng Irfan, dan Kepala Staf Markas Daerah, Iwan Tahapary, memberikan klarifikasi terkait insiden keributan yang melibatkan anggotanya dengan sekelompok oknum yang diduga preman di Pasar Parung, Kabupaten Bogor. Insiden yang terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2025, ini bermula dari kegiatan Ormas LMP dan sempat viral di media sosial, memicu berbagai reaksi dari warganet.
Iwan Tahapary menjelaskan kronologi kejadian bermula saat puluhan anggota LMP dari Purwakarta hendak mengikuti kegiatan bela negara di Pusat Pendidikan Kemenhan, Rumpin, Bogor, yang dilaksanakan pada 24-28 Oktober 2025. Rombongan tersebut berhenti di area parkir Pasar Parung untuk beristirahat dan menunggu anggota lainnya yang masih dalam perjalanan.
“Saat berhenti, beberapa anggota kami dihampiri oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai warga setempat. Mereka meminta sejumlah uang dengan alasan biaya keamanan dan kebersihan. Karena merasa keberatan dengan permintaan yang tidak jelas tersebut, terjadilah adu mulut,” ujar Iwan Tahapary kepada awak media, Kamis (29/10/2025).

Lebih lanjut, Iwan Tahapary menjelaskan bahwa situasi sempat memanas dan nyaris terjadi bentrokan fisik. Namun, beruntung anggota LMP yang bertugas sebagai pengamanan berhasil meredam emosi dan mencegah terjadinya kericuhan yang lebih besar.
Daeng Irfan menambahkan bahwa dalam video yang viral, terlihat jelas oknum-oknum tersebut menyetop mobil yang melintas tanpa mengenakan atribut parkir resmi atau tanda pengenal. Ia menduga praktik ini sebagai pungutan liar yang sudah meresahkan masyarakat sekitar.
“Oknum preman pasar Parung ini sering menyetop mobil yang melintas dan tidak memakai atribut parkir serta tanda pengenal. Ini jelas parkir liar yang sudah lama dikeluhkan oleh para pengguna jalan,” tegas Daeng Irfan saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2025).
Daeng Irfan berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta pihak kepolisian setempat, khususnya Polsek Parung dan Polres Bogor, untuk meningkatkan patroli dan menindak tegas para oknum preman yang diduga melakukan pemaksaan terhadap pengguna jalan.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat bertindak cepat dan memberikan efek jera kepada para pelaku pungutan liar ini. Jangan sampai aksi premanisme ini terus berlanjut dan merugikan masyarakat,” ungkapnya.
Iwan Tahapary juga menyoroti adanya dugaan pungutan liar di sekitar Pasar Parung menuju lokasi pelatihan bela negara. Ia berharap pihak berwajib dapat menindaklanjuti hal ini dengan serius dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami mendapat laporan bahwa ada sejumlah preman yang mengaku sebagai ‘orang wilayah’ meminta pembayaran kepada siapa saja yang melintas. Ini adalah tindakan yang tidak benar dan melanggar hukum,” kata Iwan Tahapary.

Ormas LMP berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Iwan Tahapary juga meminta maaf jika ada kesalahan atau tindakan yang kurang berkenan dari pihak anggotanya. Ia menegaskan kesiapan Ormas LMP untuk bekerja sama dengan pihak berwajib dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pasar Parung dan sekitarnya.
“Kami berharap kejadian ini tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kami siap bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh anggota LMP untuk selalu bertindak sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku,” tutup Iwan Tahapary. (*Mai/Lpn6)


















