EDUKASI | BUDAYA | EKONOMI
”Ini adalah sebuah terobosan kami bersama para guru yang lain mengangkat tema Pembelajaran Berbasis Proyek Melalui Kearifan Lokal “Pandai Besi” nah tentu ada yang bertanya kenapa pandai besi di jadikan sebuah rujukan padahal masih banyak lagi kegiatan-kegiatan menarik lainnya,”
Banggae | Majene | SULBAR | Lapan6Online : Kecapakapan dan Kemampuan Tenaga Pengajar Kepala dan Guru Sekolah SDN NO 21 Pamboboran, Banggae, Majene, Sulawesi Barat bisa menjadi motivasi dan berdampak positif untuk seluruh warga Sekolah dan juga termasuk masyarakat setempat, pada Sabtu (01/11/2025).

Seperti yang diketahui masyarakat Mandar, Desa Pamboboran adalah salahsatu Pembuat Parang dan peralatan pertanian lainnya. Selain itu, Desa Pamboboran juga adalah kampung penghasil Parang terbanyak di wilayah Mandar dan tentunya bukan waktu yang singkat tetapi sejak Desa ini dikenal sebagai “Kappung Kowiq” yang berarti “kampung pandai besi”.
Tradisi ini telah berlangsung puluhan tahun dan diupayakan untuk dilestarikan oleh masyarakat setempat. Sebuah studi akademis meneliti dinamika pandai besi tradisional di desa tersebut dalam rentang waktu 1960 hingga 2019, menunjukkan bahwa praktik ini sudah ada setidaknya sejak tahun 1960-an.

Bagi banyak warga, pandai besi tradisional merupakan mata pencaharian utama yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala sekolah SDN NO 28 Muhammad Tamsil S.Pd. saat memberikan keterangan kepada Lapan6Online.com, pada Sabtu (01/11/2025) didampingi oleh Wali kelas 6 Bahiah, S.Pd. mengatakan bahwa,”Ini adalah sebuah terobosan kami bersama para guru yang lain mengangkat tema Pembelajaran Berbasis Proyek Melalui Kearifan Lokal “Pandai Besi” nah tentu ada yang bertanya kenapa pandai besi di jadikan sebuah rujukan padahal masih banyak lagi kegiatan-kegiatan menarik lainnya,” jelas Muhammad Tamsil.

Ia menambahkan,”Selain itu juga, ada di Desa Pamboboran ini seperti petani bawang atau usaha UMKM yang ada di desa pamboboran jawabannya adalah sebab pandai besi ini bukan hanya sebagai pelaku usaha tetapi di desa pamboboran ini sudah sekian lama secara turun temurun dan menjadi sebuah tradisi budaya yang tak lekan oleh waktu disini para siswa bukan hanya mempelajari system pembuatan juga penghasilan tetapi dapat mengetahui sejarah tradisi budaya daerahnya sendiri sebagai warisan budaya yang ditinggalkan para Moyang Pattappa Kowi,” tambahnya.

Konteks Sejarah Majene
Secara lebih luas, wilayah Majene memiliki sejarah yang terkait dengan masa Kerajaan Banggae dan periode kolonial Belanda, di mana terjadi perubahan tata ruang kota dan pembangunan infrastruktur militer serta pemerintahan. Meskipun ini adalah sejarah Majene secara umum, Pamboboran sebagai bagian dari Kecamatan Banggae kemungkinan turut terpengaruh oleh dinamika sejarah regional ini.
Secara ringkas, sejarah Desa Pamboboran sangat terkait dengan warisan budaya berupa keahlian pandai besi dan keberadaan komunitas adat yang kuat. (*HGDP/Lpn6)


















