EKONOMI | NUSANTARA
“Keberhasilan ini bukan hanya soal administrasi, tetapi cerminan semangat gotong royong dan tekad masyarakat desa untuk mandiri secara ekonomi,”
Bengkayang | KALBAR | Lapan6Online : Pemerintah Kabupaten Bengkayang mencatat pencapaian signifikan dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan dengan rampungnya pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh desa yang ada di wilayah tersebut.
Hingga pertengahan Juni 2025, proses pembentukan KDMP telah mencapai 100%, menjadikan Bengkayang sebagai kabupaten pertama di Kalimantan Barat yang sukses mewujudkan program ini secara menyeluruh.
Program pembentukan KDMP merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi desa berbasis koperasi yang digagas oleh pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat dan pegiat ekonomi kerakyatan.

Tujuannya adalah menciptakan wadah ekonomi bersama yang dikelola oleh warga desa untuk mengelola potensi lokal, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga jasa keuangan mikro.
Bupati Bengkayang menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala desa, perangkat desa, tokoh adat, dan masyarakat yang telah bekerja keras dalam mewujudkan pembentukan KDMP.
“Keberhasilan ini bukan hanya soal administrasi, tetapi cerminan semangat gotong royong dan tekad masyarakat desa untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Bupati, Rabu (18/6/2025).
Dengan terbentuknya KDMP di 100% desa, Pemerintah Kabupaten Bengkayang menargetkan penguatan kapasitas kelembagaan, pelatihan manajemen koperasi, hingga kemitraan dengan sektor perbankan dan swasta untuk mendukung pembiayaan usaha desa.
Koordinator Lapangan Pembentukan KDMP, Andi Lesmana, menyebut bahwa keberhasilan ini juga didorong oleh pendekatan partisipatif dan pendampingan intensif dari tim fasilitator kabupaten.
“Kami memastikan setiap desa memahami tujuan koperasi, menyusun anggaran dasar, memilih pengurus secara demokratis, dan memulai kegiatan ekonomi sesuai potensi desa masing-masing,” jelasnya, pada Kamis (19/06/2025).
Dalam waktu dekat, Dinas Koperasi dan UKM akan memulai tahap lanjutan berupa integrasi system digital pencatatan koperasi serta peluncuran aplikasi KDMP Online untuk memperkuat transparansi dan keterhubungan antar koperasi desa.
Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten lainnya di Indonesia dalam mendorong kemandirian dan kemajuan ekonomi berbasis komunitas desa. (*Albet H)
















