Penyiraman Air Keras Terjadi di Bulan Puasa, Bukti Kejahatan Tak Puasa

0
15
Foto : Repro

OPINI | POLITIK

“Pemerintah bersinergi dengan masyarakat dalam hal meningkatkan edukasi tentang nilai-nilai agama dan moral, terutama di bulan Ramadan. Menggalakkan kegiatan keagamaan dan sosial untuk meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat,”

Oleh : Nidya Lassari Nusantara

WAKIL Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS, Andrie Yunus, mengalami serangan berupa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Penyerangan dilakukan usai Andrie melakukan siaran di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI).

Andrie Yunus, mengalami serangan berupa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis malam, 12 Maret 2026. koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan Andrie mengalami kekerasan itu usai melakukan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jakarta, yang rampung sekitar pukul 23.00 WIB. (www.tempo.co/ 15 Maret 2026)

Sebelumnya, kejadian menyeramkan ini juga pernah terjadi pada Novel Baswedan. Sebelum peristiwa penyiraman air keras pada 11 April 2017, Novel Baswedan adalah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikenal tangguh dan menangani berbagai kasus korupsi kakap. Sebagai mantan anggota Polri (1999–2014) yang bergabung dengan KPK sejak 2007, ia kerap mendapat teror dan ancaman, namun tetap teguh berjuang memberantas korupsi.(www.bbc.com/indonesia/)

Hal buruk ini harus segera diatasi Masyarakat dan Pemerintah seharusnya dalam mencegah kejahatan, seperti meningkatkan patroli keamanan dan melaporkan kegiatan mencurigakan.

Pemerintah juga harus meningkatkan kehadiran aparat keamanan di tempat-tempat strategis yang rawan terjadi tindakan kejahatan. Penegakan hukum yang tegas dan adil dapat menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan. Pemerintah bersinergi dengan masyarakat dalam hal meningkatkan edukasi tentang nilai-nilai agama dan moral, terutama di bulan Ramadan. Menggalakkan kegiatan keagamaan dan sosial untuk meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat.

Negeri Indonesia mengambil sistem sekuler untuk mengatur kehidupan. Sistem ini memisahkan aturan sang pencipta, Allah SWT dengan aturan hidup. Hal ini mempengaruhi nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat. Kurangnya penekanan pada nilai-nilai moral dan spiritual bisa membuat individu lebih rentan melakukan tindakan kriminal. Selain itu, sistem sekuler ini juga membentuk karakter manusia memjadi lebih fokus pada aspek material dan individual, yang bisa meningkatkan kesenjangan sosial dan memicu kejahatan.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-baqarah ayat 185, Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Bulan yang seharusnya menjadi pengingat bahwa hanya Wahyu Allah SWT yang menjadi penentu kejahatan dan kebenaran pada umat Islam.

Rasulullah dan para sahabat telah mencontohkan bagaimana seharusnya memuliakan bulan suci ini sesuai perintah Illahi. Sehingga manusia yang sudah menjadi pribadi bertakwa terus bertakwa dibulan-bulan selanjutnya. Tidak hanya secara pribadi bahkan negara juga melakukan hal yang sama. Dalam Islam, negara memiliki peran penting untuk menjaga Penerapan Islam sebagai pancaran aturan kehidupan akan melestarikan eksistensi manusia, menjaga akal, kehormatan, jiwa, pemilikan individu, agama, keamanan dan negara. Semua dilakukan sebagai bentu.

Ada beberapa peristiwa hebat yang terjadi di bulan Ramadan pada masa Rasulullah SAW. Perang Badar terjadi pada 2 Hijriyah dibulan Ramadan menjadi kemenangan besar pertama umat Islam.

Pembebasan Makkah pada 8 Hijriyah juga terjadi di bulan Ramadan. Rasulullah SAW dan umat Islam membebaskan Makkah dari kekuasaan kafir. Semua dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam bukan sebagai ajang melakukan tindakan kejahatan pada orang muslim atau orang-orang yang ingin mengungkap kebenaran.

Salah satu contoh adalah Umar bin Khattab yang sering berkeliling kota Madinah pada malam hari untuk memastikan keamanan rakyat. Abu Ubaidah bin Jarrah juga dikenal sebagai “Amin al-Ummat” (orang kepercayaan umat) karena kepemimpinannya dalam menjaga keamanan dan keadilan di wilayah Syam.

Tindakan penyiraman air keras dibulan Ramadan adalah tindakan kejahatan yang harus diakhiri dan diberi ganjaran yang tegas oleh negara. Negara juga harus menjamin keselamatan tanpa terkecuali kepada rakyatnya.

Tidak sepantasnya, bulan suci ini diwarnai dengan tinta hitam hal-hal yang tidak terpuji. Tidak boleh mendatangkan bahaya (untuk diri sendiri) dan tidak boleh mendatangkan bahaya (pada orang lain).” (HR. Ibn Majah dan ad-Daraquthni). Wallahualam bishawab. (**)

*Penulis Adalah Aktivis Dakwah