EKONOMI
“Pergerakan harga di masing-masing kabupaten dipengaruhi oleh komoditas strategis yang fluktuatif, terutama cabai, beras dan daging ayam ras,”
Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat pada pekan pertama November 2025, pergerakan harga pangan di Sulawesi Selatan menunjukkan dinamika beragam. Jeneponto menjadi kabupaten dengan kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) tertinggi, mencapai 1,27 persen. Sementara Tana Toraja mengalami penurunan terdalam -1,95 persen.
Kepala BPS Kabupaten Sinjai, pada Rabu (12/11/2025), menjelaskan bahwa data tersebut bersumber dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok milik Kementerian Perdagangan yang diolah BPS RI. “Pergerakan harga di masing-masing kabupaten dipengaruhi oleh komoditas strategis yang fluktuatif, terutama cabai, beras dan daging ayam ras,” ujar Syamsuddin di Sinjai.
Dari 15 kabupaten yang tercatat, empat daerah mengalami kenaikan IPH, yakni Jeneponto, Soppeng (1,08%), Takalar (0,11%) dan Bantaeng (0,06%). Kenaikan harga di daerah-daerah tersebut terutama dipicu oleh komoditas pangan segar, seperti tahu mentah, pisang, udang basah dan daging ayam ras.

Sebaliknya, 11 kabupaten lainnya mengalami penurunan IPH, yang terbesar di Tana Toraja (-1,95%), disusul Sinjai (-1,56%) dan Luwu Utara (-0,84%). Komoditas utama penyebab turunnya harga di wilayah tersebut adalah beras dan cabai rawit, yang umumnya menurun di pasar tradisional.
Data BPS juga menunjukkan komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi selama pekan berjalan ialah cabai merah dan cabai rawit, terutama di wilayah selatan Sulsel. Nilai fluktuasi (CV) tertinggi di Gowa, yakni 0,13975, yang dipengaruhi oleh pergerakan harga cabai rawit.
Menurut Syamsuddin, tren ini menunjukkan adanya konsolidasi harga pangan strategis menjelang akhir tahun, dengan sebagian besar kabupaten mulai menunjukkan penurunan harga komoditas hortikultura. “Meski beberapa daerah masih mencatat inflasi mingguan, pola umum di Sulsel cenderung mengarah pada stabilisasi harga,” katanya.
Laporan lengkap IPH dan komoditas penyumbang utama dapat dilihat dalam tabel di atas.
*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal


















