Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Guru di MAN Model Singkawang, Dua Siswa Jadi Korban

0
124

HUKUM

“Tidak hanya melakukan kekerasan di lapangan, ketiga guru itu juga diduga menyeret kedua siswa ke dalam ruang kelas dan melanjutkan aksi pemukulan, termasuk tamparan di wajah dan pukulan di bagian perut, yang mengakibatkan korban mengalami luka dan lebam serius hingga harus menjalani perawatan medis,”

Singkawang l KALBAR l Lapan6Online : Dunia pendidikan di Kota Singkawang kembali tercoreng. Dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh tiga oknum guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Singkawang terhadap dua orang siswa mencuat ke publik dan menuai kecaman.

Ironisnya, lembaga pendidikan yang semestinya menjadi tempat pembinaan karakter dan intelektual justru menjadi lokasi tindak kekerasan yang tidak mencerminkan nilai-nilai kependidikan dan keagamaan.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 23 September 2025 sekitar pukul 16.00 WIB, saat berlangsung pertandingan bola voli antara tim MAN Model Singkawang melawan SMA asal Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Pertandingan yang digelar di lingkungan sekolah tersebut berlangsung meriah dan disaksikan oleh siswa, guru, dan warga sekitar.

Kemenangan MAN Model disambut dengan euforia oleh para siswa yang menjadi suporter. Mereka berlarian ke lapangan, melompat, memukul gendang, membawa papan skor, dan menunjukkan ekspresi kegembiraan atas keberhasilan tim mereka.

Namun, suasana berubah mencekam ketika tiga orang oknum guru secara tiba-tiba mendatangi dua siswa yang tengah membawa papan skor. Menurut kesaksian seorang warga sekitar bernama Bowo, ketiga oknum guru tersebut langsung melakukan pemukulan, tendangan, dan pengeroyokan terhadap kedua siswa tersebut di tengah keramaian.

“Saya mendengar langsung cerita dari siswa-siswa yang pulang lewat depan rumah saya. Mereka panik dan cemas setelah melihat kejadian itu,” ungkap Bowo kepada awak media.

Tidak hanya melakukan kekerasan di lapangan, ketiga guru itu juga diduga menyeret kedua siswa ke dalam ruang kelas dan melanjutkan aksi pemukulan, termasuk tamparan di wajah dan pukulan di bagian perut, yang mengakibatkan korban mengalami luka dan lebam serius hingga harus menjalani perawatan medis.

Video yang merekam sebagian kejadian euforia kemenangan dan suasana di sekitar pertandingan juga telah beredar luas di masyarakat. Namun, hingga saat ini, belum ada video yang secara eksplisit menampilkan aksi kekerasan tersebut secara langsung.

Bowo, yang merupakan warga yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah, menyayangkan keras kejadian ini. Ia menilai tindakan kekerasan oleh tenaga pendidik, apalagi di sekolah berbasis agama seperti MAN, merupakan bentuk kegagalan moral dan etika.

“Guru seharusnya menjadi contoh, bukan justru berperilaku seperti preman. Ini bukan hanya tindakan tidak mendidik, tapi juga mencoreng nama baik institusi pendidikan dan nilai-nilai agama,” tegas Bowo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya menghubungi orang tua korban serta pihak sekolah untuk mendapatkan konfirmasi resmi dan penjelasan atas kejadian ini. Belum ada pernyataan terbuka dari pihak MAN Model Singkawang maupun instansi terkait di bawah Kementerian Agama.

Masyarakat berharap agar peristiwa ini segera diusut secara tuntas oleh pihak berwenang, termasuk aparat kepolisian dan Kementerian Agama, serta memberikan sanksi tegas kepada oknum guru yang terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa.

Pewarta : Yulizar | Lapan6online
Sumber: Ferry CK

Catatan Redaksi : Tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, damai, dan membangun bagi tumbuh kembang peserta didik. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini