Idul Fitri di Tengah Reruntuhan Kota, Nestapa Muslim Gaza Terus Mendera

0
33
Ilustrasi Idul Fitri di Gaza. Gambar dihasilkan oleh AI (Google Gemini), 2026

OPINI | MANCANEGARA

“Dunia seakan bungkam dengan situasi saat ini. Para pemimpin muslim yang harusnya menjadi harapan umat, nyatanya masih menutup mata dan hanya sibuk dengan konflik Amerika Serikat-Israel yang fokus memerangi Iran,”

Oleh : Misriyaningsih

Hari Raya Warga Gaza di Tengah Nestapa
Hari Raya Idul Fitri yang harusnya menjadi hari kemenangan dan kebahagiaan untuk seluruh umat muslim nyatanya masih menjadi momen menyedihan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri di tengah reruntuhan gedung dan tenda darurat dengan segala keterbatasan yang ada. Jangankan baju baru atau makanan yang layak, berkumpul dengan seluruh anggota keluarga saja menjadi hal yang sulit, bahkan zionist memblokade akes sholat ke masjid, sehingga banyak warga Gaza yang sholat di jalanan dan di tengah reruntuhan bangunan.

Namun, dunia seakan bungkam dengan situasi saat ini. Para pemimpin muslim yang harusnya menjadi harapan umat, nyatanya masih menutup mata dan hanya sibuk dengan konflik Amerika Serikat-Israel yang fokus memerangi Iran. Padahal, ada permasalahan yang lebih genting, yakni penjajahan Palestina oleh Zionist Israel yang tak kunjung henti, hingga terbentuknya organisasi perdamaian dunia yang digadang-gadang menjadi jalan perdamaian, yaitu BOP (Board of Peace).

Kenyataannya, Zionis Israel masih berlenggang menancapkan penjajahannya di bumi Palestina tanpa pandang bulu dan terus memborbardir Gaza tanpa takut dengan Hukum Internasional. Tentunya, karena mereka dilindungi orang negara-negara adidaya, seperti Amerika Serikat dan sekutunya.

Umat Islam Satu Tubuh
Idul Fitri dalam kondisi mengenaskan ini harusnya dirasakan sebagai penderitaan bagi seluruh kaum muslimin, karena umat muslim ibarat satu tubuh. Apa yang saudara kita rasakan seyogyanya menjadi pukulan keras untuk semua umat muslim. Penjajahan di Palestina bukan hanya permasalahan warga Gaza yang di Palestina saja, tetapi menjadi permasalahan umat muslim di dunia.

Berjuta-juta umat muslim seperti buih di lautan. Jumlahnya banyak, tetapi sama sekali tidak ada persatuan dan kekuatan. Kekuatan ukhuwah dilemahkan oleh sekat-sekat nasionalisme, sekat penghancur yang menyebabkan umat muslim merasa tidak satu lagi. Akibatnya, hubungan persaudaraan umat muslim menjadi renggang, musuh-musuh Islam telah menciptakan celah yang besar dan membuat lubang yang dalam dengan terus menjejali pikiran dan pemahaman umat muslim dengan ide-ide bathil.

Masjidil Aqsa sempat diblokade selama satu bulan lamanya, tanpa adanya kegiatan peribadatan. Kiblat pertama umat Islam sudah direndahkan sejauh ini. Hukuman mati bagi tahanan Palestina telah disahkan. Zionist semakin melampaui batas. Masih pantaskah kita berdiam diri dan duduk manis menunggu pertolongan datang dengan sendirinya?

Amat disayangkan, nasib perdamaian dan kemerdekaan Palestina seperti bukan menjadi prioritas umat muslim. Tanpa tau malu lagi, pemimpin muslim berada dalam barisan sekutu bersama pendukung zonist demi kepentingan ekonomi dan politik negaranya sendiri. Padahal Allah sudah memerintah kita untuk tidak menjadikan orang kafir sebagai orang kepercayaan dan sahabat kita. Al-Qur’an mengajarkan untuk berkasih sayang dan lemah lembut terhadap muslim dan bersikap keras terhadap orang kafir (Al Fath:29). Akan tetapi, saat ini keadaannya justru berbanding terbalik.

Ukhuwah Islamiyah menjadi pengikat bagi umat Islam di seluruh dunia untuk membebaskan penderitaan saudara sesama muslim, karena dengan kekuataan umat muslim yang satu, sudah pasti bisa melawan zionist dan sekutunya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kekuatan militer terkuat justru berasal dari negara muslim, seperti Turki, Pakistan, Mesir, Iran, bahkan Indonesia. Bayangankan umat Muslim bersatu dengan kekuatan militernya dengan semangat jihad dan ukhuwah Islamiyah, Zionist akan porak-poranda.

Allah bahkan telah memerintahkan untuk berjihad, “Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (At Taubah: 123). Jihad hanya akan sempurna jika negeri muslim bersatu di bawah kepemimpinan khilafah ala minhajinnubuwah dengan satu kepemimpinan untuk seluruh umat muslim sedunia.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya al-Imam (khalifah) itu adalah perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.” (HR Bukhari-Muslim). Sudah sepatutnya untuk lantang bersuara tentang Palestina sampai mereka terbebas dari belenggu penjajahan. (**)

*Penulis Adalah Karyawan Swasta/ Aktivis Muslimah