Cabai Rawit Dominasi Pemicu Kenaikan IPH di Sejumlah Daerah Sulsel

0
123
Sumber : BPS RI

EKONOMI | POLITIK

“Kenaikan tersebut dipengaruhi harga daging ayam ras, cabai rawit dan bawang merah. Cabai rawit juga tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi di daerah ini,”

Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Cabai rawit menjadi penyumbang utama kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) pada sebagian besar kabupaten di Sulawesi Selatan pada pekan ketiga Desember 2025. Seluruh daerah yang tercatat mengalami kenaikan IPH berstatus naik, dengan fluktuasi harga tertinggi didominasi cabai rawit.

Takalar mencatat IPH tertinggi sebesar 5,86. Kenaikan tersebut dipicu lonjakan harga cabai rawit, daging ayam ras dan bawang merah. Di bawahnya, Maros mencatat IPH 5,19 dengan penyumbang terbesar daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.

Luwu Utara berada pada posisi berikutnya dengan IPH 4,54, disusul Tana Toraja Utara 4,45 dan Luwu 4,16. Pola yang sama terlihat pada kabupaten lain, yakni daging ayam ras, cabai rawit dan bawang merah menjadi komoditas paling berpengaruh terhadap perkembangan harga.

IPH Sinjai tercatat 3,75. Kenaikan tersebut dipengaruhi harga daging ayam ras, cabai rawit dan bawang merah. Cabai rawit juga tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi di daerah ini.

Sementara Jeneponto mencatat IPH 2,27 dengan komoditas penyumbang utama cabai rawit, ikan kembung dan bawang merah. Berbeda dengan daerah lain, komoditas dengan fluktuasi tertinggi di Jeneponto adalah pisang.

Kabupaten Barru, Kepulauan Selayar dan Gowa juga mencatat kenaikan IPH dengan cabai rawit sebagai komoditas dominan. Adapun Soppeng menjadi daerah IPH terendah 0,18 yang dipengaruhi cabai rawit, daging ayam ras dan bawang merah.

Kepala BPS Kabupaten Sinjai mengatakan pergerakan harga komoditas pangan strategis, khususnya cabai rawit dan daging ayam ras, masih menjadi faktor utama perubahan IPH di daerah. “Cabai rawit menjadi komoditas yang paling sering muncul sebagai pemicu kenaikan harga di hampir seluruh kabupaten,” kata Syamsuddin di Sinjai, pada Selasa (23/12/2025).

*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal