MEGAPOLITAN
”Butuh perubahan sistemik penerapan Islam secara Kaffah (seluruh aspek) termasuk membangun dan memanfaatan teknologi digital yang melindungi dan mengoptimalkan peran generasi,”
Depok | JAWA BARAT | Lapan6Online : Di hadapan puluhan peserta, Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Nurhasanah memaparkan terkait dua agenda utama penyelamatan generasi Muslim di tengah hegemoni sekularisasi dunia digital. Hal tersebut, ia sampaikan dalam Kajian Muslimah Depok, pada Ahad (21/12/25) pekan lalu di Depok.
Adapun kedua agenda tersebut yakni: Pertama, membangun kembali profil generasi Muslim. “Adapun profil generasi Muslim pelopor peradaban yang harus dibangun di antaranya, memiliki aqidah yang kokoh dan jernih, berpikir ideologis, memiliki kesadaran perubahan, perubahan terikat dengan dakwah bukan reaktif, berani berbeda dan tahan ujian, menjadikan generasi sahabat sebagai inspirasi perjuangan dan orientasi perjuangan skala peradaban bukan perbaikan lokal,” terangnya.
Menurutnya, generasi Islam ini kukuh dalam ketakwaan dan ahli dalam menyolusi berbagai problem kehidupan. “Sepanjang belasan abad, umat Islam mampu tampil sebagai pionir peradaban dan tampil sebagai sebaik-baik umat,” jelasnya.
“14 anak muda hebat dalam peradaban Islam, di antaranya, Usamah bin Zaid, 17 Tahun, Abdullah bin Abbas, 12 Tahun, Muadz bin Jabal, 19 Tahun, Zaid bin Tsabit, 13 Tahun, Arqam bin Abil Arqam, 16 Tahun, Atab bin Usaid, 18 Tahun, Mu’adz bin Amr bin Jamuh, 13 Tahun, Mu’awwidz bin ‘Afra 14 Tahun, Sa’ad bin Abi Waqqas, 17 Tahun, Thalhah bin Ubaidillah, 16 Tahun, Umair bin Abi Waqqas, 14/15 Tahun, Muhammad bin Qasim, 17 Tahun, Harun ar-Rasyid, 15 Tahun, Muhammad Al-Fatih, 14 Tahun dan Ibnu Batutah, 20 Tahun. Masing-masing mereka memiliki kontribusi besar dan keahlian luar biasa,” sebutnya.
Kedua, memandu aktivisme agar diarahkan pada perjuangan Islam yang benar. ”Butuh perubahan sistemik penerapan Islam secara Kaffah (seluruh aspek) termasuk membangun dan memanfaatan teknologi digital yang melindungi dan mengoptimalkan peran generasi,” ungkapnya.
Lanjutnya, bukan hanya pemblokiran konten-konten negatif atau berbahaya, bukan hanya sekedar memperbaiki model parenting. Tapi harus ada teladan Rasul SAW dalam pembinaan generasi.
“Teladan Rasul SAW dalam pembinaan generasi, yakni Islam dipahami sebagai ideologi (aturan hidup) dan kepemimpinan pemikiran bukan hanya ibadah ritual dan akhlak personal, membangun kepribadian Islam melalui pembinaan pola pikir dan pola sikap yang bersumber dari Islam, menanamkan kesadaran politik Islam (memandang seluruh persoalan hidup berdasarkan ridha Allah dan syariat-Nya) dan mengoptimalkan potensi setiap individu lintas generasi untuk satu tujuan besar dalam perjuangan Islam,” bebernya.
Ia pun menegaskan, keteladanan Rasul SAW sebagai blueprint (rancangan strategis) penyelamatan generasi. (*Tami/Lpn6)


















