MEGAPOLITAN
“Ada banyak amalan ibadah yang memiliki nilai keutamaan, salah satunya adalah menegakkan amar makruf nahi mungkar atau dakwah Islam, maka wajib menegakkannya,”
Depok | JAWA BARAT | Lapan6Online : Di hadapan puluhan remaja Muslimah Depok, Pemerhati Remaja, Kak Mumu menyampaikan sesungguhnya menegakkan amar makruf nahi mungkar, amalan yang memiliki nilai keutamaan, sehingga menegakkannya adalah suatu kewajiban.
“Ada banyak amalan ibadah yang memiliki nilai keutamaan, salah satunya adalah menegakkan amar makruf nahi mungkar atau dakwah Islam, maka wajib menegakkannya,” ungkapnya dalam Acara Sanlat Ramadhan 1447 H dengan mengambil tema,”Saatnya Introspeksi Memperbaiki Diri dan Hati”, pada Sabtu (21/2/2026) di Depok.
Apalagi lanjutnya, ada beberapa dalil kewajiban menegakkan amar makruf nahi mungkar, di antaranya, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah an-Nahl ayat 125 yang artinya, “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik.”
“Untuk itu, kesadaran akan menegakkan amar makruf nahi mungkar ini harus ada pada setiap individu Muslim, untuk mencegah sekaligus memperbaiki kerusakan yang menimpa umat hari ini,” ujarnya.
Namun, menurut Kak Mumu, sangat disayangkan, jika Ramadhan kali ini berlalu begitu saja, tanpa adanya amalan ibadah dan tidak menambah semangat keimanan. Bahkan, sayangnya dakwah kepada Islam sering diabaikan dan disalahpahami sebagai suatu aktivitas yang hanya dilakukan oleh para ustadz/ustadzah saja.
“Padahal ia juga (dakwah Islam) merupakan kewajiban Muslim Muslimah dan memiliki pengaruh yang besar pada umat. Mengingat kerusakan dan kemaksiatan di tengah-tengah masyarakat yang semakin merajalela, kian menggerus keimanan umat,” jelasnya.
Ia pun menegaskan akan pentingnya dakwah Islam agar terbangun pemahaman yang benar. Pasalnya, perilaku manusia terikat dengan pemahamannya. Jika ingin mengubah perilaku manusia, maka harus mengubah pemahamannya.
“Kita juga harus lebih aware pada lingkungan sekitar dengan mengajak mereka berpikir, sampaikanlah kebenaran dengan hikmah. Tugas kita hanya menyampaikan, hasilnya serahkan kepada Allah,” pungkasnya. (*Tami/Lpn6)


















