Ini Lho, Penyebab SPBU Entikong Terbaru Hingga Kini Belum Dibuka…

0
752
SPBU Terbaru do Entikong yang masih kinclong hingga kini belum dibuka/Foto : Saepul

EKONOMI | PERISTIWA

”Di mohon pihak terkait agar merespon hal ini terkait kelancaran aktifitas ekonomi dan sosial masyarakat khususnya warga perbatasan,”

Entikong | Sanggau | KALBAR | Lapan6Online : Warga Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat mengeluhkan tidak adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah mereka.

Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengakses bahan bakar, sehingga pelayanan publik dan aktivitas sehari-hari warga terhambat.

Keluhan warga Entikong ini serupa dengan kasus yang terjadi di daerah lain, seperti di Tapaktuan yang kerap mengalami kehabisan stok BBM di SPBU, terutama saat hari raya Idul Adha. Pengendara harus bolak-balik ke SPBU hanya untuk mengetahui ketersediaan stok, dan beberapa bahkan terpaksa menunggu atau mencari alternatif lain.

Kepada awak redaksi Lapan6Online, pada Kamis (17/07/2025), Imam salahsatu warga mengatakan bahwa,”Sejak 1 Juni 2025 SPBU Entikong resmi tidak menjual BBM kepada masyarakat,” tegasnya.

SPBU Lama dan tampak kusam yang dulu dikelola Rico, kini sudah dijual/Foto : Saepul

Saat redaksi Lapan6Online menghubungi petugas yang berjaga mengatakan, alasan tidak buka lagi karena akan pindah lokasi di samping SPBU lama, namun dia menginformasikan belum tahu sampai kapan akan buka kembali, hal ini sangat menyulitkan kami warga entikong untuk mendapat BBM jenis Pertalite.

Imam menjelaskan,”Selama ini warga entikong mendapatkannya di balai karangan, dengan jarak yang lumayan jauh, harga jual BBM ini di Entikong kisaran 13 ribu sampai dengan 15 ribu per liternya,” jelasnya.

Ia menambahkan,”Di mohon pihak terkait agar merespon hal ini terkait kelancaran aktifitas ekonomi dan sosial masyarakat khususnya warga perbatasan,” tambahnya.

Dampak Tidak Ada SPBU

  • Kesulitan mengakses bahan bakar untuk kendaraan
  • Pelayanan publik terhambat karena keterbatasan bahan bakar
  • Aktivitas sehari-hari warga terganggu
  • Pengendara harus mencari alternatif lain atau menunggu ketersediaan stok

Kemungkinan Solusi

  • Pemerintah daerah dapat mempertimbangkan untuk membangun SPBU baru di Entikong
  • Meningkatkan kerja sama dengan pihak swasta untuk menyediakan layanan bahan bakar
  • Mengoptimalkan jaringan transportasi bahan bakar untuk memastikan ketersediaan stok di daerah sekitar.

Alasan SPBU tidak dibuka lagi di Entikong mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Keterbatasan Stok BBM: Seperti yang dialami oleh SPBU Shell yang tutup karena stok kosong. Hal ini dapat disebabkan oleh masalah distribusi atau ketersediaan bahan bakar.
  • Persaingan dengan SPBU Lain: Menurut laporan, sekitar 1.000 SPBU Shell di seluruh Indonesia tutup karena tidak kuat bersaing dengan SPBU milik Pertamina. Persaingan yang ketat dapat membuat SPBU tidak mampu bertahan dan akhirnya memutuskan untuk tutup.
  • Kerja Sama dengan Pihak Swasta: Mungkin juga SPBU di Entikong tidak memiliki kerja sama yang baik dengan pihak swasta atau supplier BBM, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk operasionalnya.
  • Faktor Ekonomi: Faktor ekonomi seperti biaya operasional yang tinggi, pajak, dan lain-lain juga dapat mempengaruhi keputusan SPBU untuk tutup.

Namun, perlu diingat bahwa alasan pasti penutupan SPBU di Entikong belum diketahui secara pasti dan mungkin berbeda dengan kasus di atas.

Sementara itu, hasil konfirmasi redaksi Lapan6Online melalui sambungan telpon selulernya kepada Rico pengelola SPBU lama, pada Kamis (17/07/2025) sore, Rico mengatakan,”Perijinannya belum keluar itu, soalnya dari Dinas Sanggau yang bisa memutuskan. Kebetulan bukan saya lagi yang mengurus SPBU yang terbaru itu. Kebetulan SPBU yang lama sudah kita jual itu. Dan untuk SPBU yang baru ini kita tidak tahu menahu,” jelasnya. (*Saepul)