EKONOMI
“Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga 6 Februari 2026, komoditas utama yang memberikan andil kenaikan IPH di 15 provinsi tersebut adalah cabai rawit dan daging ayam ras,”
Jakarta | Lapan6Online : Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 15 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan pertama (M1) Februari 2026. Sementara itu, 22 provinsi lainnya mengalami penurunan IPH, serta satu provinsi terpantau stabil dibandingkan bulan sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI, Ateng Hartono, dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah, yang digelar dalam jaringan bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah se-Indonesia baru-baru ini.
“Pada M1 Februari 2026, tercatat sebanyak 15 provinsi mengalami kenaikan IPH,” demikian kutipan poin utama dalam laporan materi BPS tersebut.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga 6 Februari 2026, komoditas utama yang memberikan andil kenaikan IPH di 15 provinsi tersebut adalah cabai rawit dan daging ayam ras.
Nusa Tenggara Barat mencatat kenaikan IPH tertinggi mencapai 4,49 persen, dengan komoditas penyumbang utama terdiri dari cabai rawit, cabai merah dan daging sapi. Posisi kedua ditempati Bali dengan kenaikan 4,36 persen yang dipicu cabai rawit, cabai merah dan daging ayam ras.
Tiga provinsi lainnya dengan kenaikan IPH tertinggi pada M1 Februari 2026 ialah Bangka Belitung 4,21 persen, Jawa Timur 2,69 persen dan Yogyakarta 2,53 persen.
Di sisi lain, Kepulauan Riau menjadi wilayah dengan penurunan IPH terdalam, yakni -1,57 persen, diikuti Maluku Utara -1,51 persen dan Papua Barat Daya -1,40 persen. Di wilayah-wilayah ini, komoditas cabai merah, cabai rawit dan bawang merah justru menjadi penyumbang andil penurunan harga.
Data ini menjadi basis evaluasi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam Rakor tersebut untuk melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang fluktuatif di awal tahun 2026.
*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal


















