Istri Kepala Desa Pundau, Setia Dampingi dan Support Kegiatan Suami di Desa

0
285
Ibu Suharman, isteri Kepala Desa Pundau/Foto : Ist.

POLITIK | EKONOMI

“Ciri khas wanita Mandar mencakup keanggunan, kekuatan dalam menghadapi kehidupan, dan keikutsertaan dalam tradisi budaya. Mereka dikenal anggun, berani, dan memiliki semangat kesetaraan peran (konsep siwallipari), serta sering mengenakan pakaian adat yang kaya makna filosofis seperti Pattuqduq Towaine,”

Sendana | Majene | SULBAR | Lapan6Online : Menghormati suami dengan cara mematuhi tradisi dan adat istiadat yang kuat, termasuk dalam pernikahan, yang menekankan harmoni, keseimbangan, dan nilai-nilai luhur.

Seiring perkembangan zaman dan penyebaran penduduk, struktur pemerintahan desa modern pun terbentuk. Pembentukan desa-desa di Kabupaten Majene, termasuk di Kecamatan Sendana, diatur melalui peraturan daerah, seperti Peraturan Daerah Kabupaten Majene Nomor 7 Tahun 2010, yang mengatur tentang pembentukan, penggabungan, dan penghapusan desa.

Singkatnya, asal-usul Desa Pundau berakar dari salah satu daerah pemukiman penting bagi tokoh-tokoh adat di lingkungan wilayah adat yang lebih besar yaitu Puttada, sebelum akhirnya menjadi desa administratif yang berdiri sendiri.

Kades Seharman

Adalah Ibu Suharman, isteri Kepala Desa Pundau, kepada Lapan6Online.com, pada Jum’at (28/11/2025) disela-sela kesibukan membantu sang suami, ia mengatakan,”Alhamdulillah Bapak mendapat amanah dari warga masyarakat Desa Pundau, tentunya ini menjadi tanggungjawab bersama dalam keluarga. Sebagai isteri pun harus siap setiap saat dalam memberikan pelayangan kepada warga, kuncinya adalah kesabaran. Karenea kesabaran bekal kami kami, terutama bagi ibu rumah tangga, mereka memiliki kesabaran luar biasa dalam menjaga kelancaran urusan keluarga. Selain itu, Siwallipari adalah konsep kesetaraan peran di mana wanita dan pria berbagi tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga, seperti urusan pendidikan dan pekerjaan, yang menggambarkan kekuatan mereka dalam menghadapi kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa,”Keberanian, hal ini adalah warisan leluhur kami Suku Mandar secara umum dikenal karena menunjukkan bukti keberanian pribadi. Dan tetap memegang teguh Tradisi, kami dari turun temurun tetap kokoh menjunjung tinggi nilai-nilai dan tradisi yang kuat,” tambahnya.

Sedangakan ciri khas wanita Mandar mencakup keanggunan, kekuatan dalam menghadapi kehidupan, dan keikutsertaan dalam tradisi budaya. Mereka dikenal anggun, berani, dan memiliki semangat kesetaraan peran (konsep siwallipari), serta sering mengenakan pakaian adat yang kaya makna filosofis seperti Pattuqduq Towaine. Keindahan dan keelokan mereka sering dipuji, diiringi dengan nilai-nilai seperti keteguhan hati dan kesabaran dalam mengelola rumah tangga.

Kemudian terkait pertanian, warga banyak yang berprofesi sebagai petani dengan komoditas seperti padi, jagung, ubi kayu, dan tanaman perkebunan lainnya. Kabupaten Majene sendiri sedang didorong menjadi sentra produksi bawang merah.

Sedangkan perikanan, sebagai wilayah pesisir di Kabupaten Majene, perikanan tangkap juga menjadi mata pencaharian penting bagi masyarakat di kecamatan Sendana. Kegiatan ekonomi lainnya mungkin mencakup perdagangan skala kecil dan pekerjaan di sektor jasa, namun sektor primer (pertanian dan perikanan) adalah yang paling menonjol dan menjadi tulang punggung perekonomian lokal. (*HGDPLpn6SULBAR)