Jangan sampai Presiden dianggap Ternak Mulyono ya?

0
63
Muslim Arbi/Foto : Ist.

OPINI | POLITIK
CATATAN DARI BOJONEGORO 22:11: 2025

“Desakan kuat agar KPK segera mentersangkakan Jokowi dan Luhut karena terlibat memaksakan proyek Kereta Cepat Indonesia – China yang merugikan Negara dan Rakyat serta mengancam Kedaulatan Negara itu – Prabowo tampil ambil alih bela Jokowi dan juga Luhut bahkan dianggap pasang badan lagi,”

Oleh : Muslim Arbi

RAKYAT akan memandang Prabowo sebagai termul atau ternak mulyono bilamana selalu pasang badan untuk bela Mulyono membabi buta. Teriakan hidup Jokowi pada saat Hati Ulang tahun Gerindra ke 15 beberapa waktu lalu mencengangkan, membuat heran sejumlah kalangan sekaligus membingungkan.

Apalagi desakan pencopotan Sigit dari jabatan nya karena dianggap sebagai ketua partai Cokelat sangat deras dari berbagai kalangan. Akan tetapi Sigit tetap saja di pertahankan sebagai Kapolri. Malah di jadikan anggota Tim Reformasi Polri. Ini sangat lucu. Wong kinerja Sigit selama memimpin Polri mau di evaluasi dan di reformasi sedangkan Sigit ada di Tim Reformasi Polri. Apa bisa Polri di reformasi? Demikian juga Tito dan Idham. Lah selama 10 tahun Jokowi banyak kritikan bahkan keras terhadap Polri di masa Tito dan Idham, termasuk soal Parcok. Ko Tito dan Idham masuk di Tim Reformasi?

Tim Reformasi yang di tunjuk Presiden itu saat ini di nilai kagok berhadapan dengan kejahatan secara hukum, dan politik yang di lakukan selama Jokowi berkuasa tidak dapat di sentuh oleh aparat hukum – bilamana tim Reformasi tetap seperti saat ini.

Sebagai contoh: Sebelum masuk di Tim Reformasi Jimly dan Mahfud MD sangat kritis soal dugaan Ijazah Palsu Jokowi. Tetapi masih saja membiarkan kepolisian mentersangka dan mencekal Roy Suryo cs ke LN. Padahal apa yang di ungkap oleh Roy Cs tak terbantah di Publik.

Bahkan dalam Sidang yang di lakukan oleh Komisi Informasi Pusat ( KIP) semakin meneleniangi UGM dan KPU Solo soal Kasus Ijazah Palsu Jokowi.

Belakangan di saat ramai sejumlah kalangan mengkritisi dan mengkritik keras soal WOOSH yang melibatkan Jokowi dan Luhut. Bahkan desakan kuat agar KPK segera mentersangkakan Jokowi dan Luhut karena terlibat memaksakan proyek Kereta Cepat Indonesia – China yang merugikan Negara dan Rakyat serta mengancam Kedaulatan Negara itu – Prabowo tampil ambil alih bela Jokowi dan juga Luhut bahkan dianggap pasang badan lagi.

Di Luar Negeri Jokowi masuk kategori OCCRP sebagai salah satu Penjahat HAM dan Koruptor. Selain Jokowi, Bashar Ashad dan Shaikh Hasina dari Bangladesh dan sejumlah nama2 lain. Mantan Perdana Bangladesh Sheik Hasina di jatuhi Hukuman Mati oleh ICC. Ini bisa alarm mematikan bagi Jokowi. Prabowo wajib waspada soal rilis OCCRP.

Sebagai Presiden, kepala negara dan kepala pemerintahan, Prabowo yang bela mati-matian terhadap Jokowi sedangkan suara publik sangat kencang agar Jokowi di adili – bahkan di Penjara: Tindakan Prabowo itu dianggap Anti Demokrasi dan Kangkangi Hukum.

Jika saja Prabowo terus – menerus pasang badan dan bela Jokowi mati-matian. Rakyat akan berpikir. Apakah Prabowo ini termasuk Termul juga?

Demikian juga dunia Internasional dengan temuan OCCRP beberapa waktu lalu itu. Prabowo akan dianggap melindungi Jokowi sebagai salah penjahat dan koruptor Dunia. Wallahu’alam. Bojonegoro: 22 Nopember 2025. (**)

*Penulis Adalah Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu

Disclaimer :
Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan Lapan6Online.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi Lapan6Online.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.