Jeritan Hati Warga Suppungan, Menandu Orang Sakit di Tengah Lumpur yang Tak Kunjung Usai

0
290
EKONOMI
“Kami tidak butuh jalan mewah yang dilapisi aspal mahal. Kami hanya ingin jalan yang layak, yang bisa dilalui kendaraan sehingga akses kesehatan dan ekonomi tidak terputus. Pemerintah hari ini seolah berdiam diri di atas penderitaan rakyatnya sendiri,”
Suppungan | SULBAR | Lapan6Online : Jeritan hati masyarakat di tiga desa, yakni Desa Ratte, Desa Besoangin Utara, dan Desa Besoangin Induk, kembali memuncak. Akibat akses jalan yang rusak parah dan tidak dapat dijangkau kendaraan, warga terpaksa menandu seorang pasien bernama Nuru (38) demi mendapatkan perawatan medis.
Kejadian memilukan ini menjadi bukti nyata ketidakpedulian pemerintah terhadap hak dasar hidup masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Majene dan Polewali Mandar.
Ketua Himpunan Pelajar Suppungan, Andika, menyatakan kekecewaan mendalam atas pembiaran yang dilakukan pemerintah daerah selama berpuluh-puluh tahun. Menurutnya, masyarakat sudah kenyang dengan janji-janji manis yang dilontarkan anggota DPR maupun Pemerintah Kabupaten setiap musim politik.
“Kami tidak butuh jalan mewah yang dilapisi aspal mahal. Kami hanya ingin jalan yang layak, yang bisa dilalui kendaraan sehingga akses kesehatan dan ekonomi tidak terputus. Pemerintah hari ini seolah berdiam diri di atas penderitaan rakyatnya sendiri,” tegas Andika, pada Rabu (15/04/2026).
Kondisi infrastruktur yang menyerupai kubangan lumpur ini kian diperparah saat musim hujan, yang secara otomatis memutus akses mobilitas warga. Insiden penanduan pasien Nuru adalah puncak dari gunung es permasalahan infrastruktur di wilayah tersebut.
Senada dengan itu, Hasri Gandeng DP, Ketua LP3K-RI (Lembaga Pendidikan Pemantauan dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia) Provinsi Sulawesi Barat turut angkat bicara. Pihaknya mendesak pemerintah yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil kebijakan konkret terkait akses jalan yang menghubungkan dua kabupaten ini.
“Negara harus hadir. Jangan biarkan masyarakat terus bertaruh nyawa hanya untuk sampai ke fasilitas kesehatan. Kami mendesak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan akses jalan ini demi kemanusiaan,” ujar Ketua LP3K-RI Sulbar.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat tiga desa masih menunggu kepastian dari pihak terkait agar tragedi penanduan pasien tidak lagi terulang di masa depan. (*HGPD/Lpn6)