Kisah Pilu Kaharuddin Buruh Sawit, Meski Tak Miliki Tempat Tinggal Mampu Kuliahkan Putrinya di UNSULBAR, Halo Ibu Bupati Mamuju!

0
624
Kaharuddin (50) bersama Isteri Tercinta dan kedua buah hatinya yang menjadi penyemangat penghidupan dan kehidupannya/Foto : Dok.Lapan6OnlineSULBAR

EKONOMI

“Sebagai buruh Sawit milik warga setempat, ia berjuang untuk menghidupi isteri dan kedua buah hatinya. Keadaan ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan pemerintah,”

Mamuju | SULBAR | Lapan6Online : Kisah Kaharuddin (50), seorang perantauan asal Mandar, Sulawesi Barat, yang kembali ke tanah air dan berjuang mencari nafkah di Mamuju, telah menyentuh hati banyak orang.

Setelah bekerja keras selama hampir setahun sebagai KHL (Karyawan Harian Lepas) di PT Mul (Manakarra Unggul Lestari), Kaharuddin terpaksa berhenti karena faktor usia.

Saat ini, Kaharuddin) bersama istrinya dan dua putri mereka yang taat dan patuh, berjuang hidup sebagai tenaga pemanen milik warga di Desa Tamajarra, Mamuju.

Kaharuddin bersama keluarganya tinggal dirumah warga di Desa Tamajarra, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Keadaan tersebut karena dia tidak memiliki tempat tinggal.

Sebagai buruh Sawit milik warga setempat, ia berjuang untuk menghidupi isteri dan kedua buah hatinya. Keadaan ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan pemerintah.

Hebatnya sososk Kaharuddin adalah, meski bekerja hanya sebagai buruh Sawit, dirinya tetap berusaha kedua putrinya bersekolah. Saat ini anak pertamanya menempuh pendidikan di Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR,red) semester I, kemudian anak keduanya masih di bangku SMP keluarga mereka hingga kini tidak dapat bansos.

Kaharuddin berharap ada perhatian dari pemerintah pusat dan daerah, mulai dari pemerintah desa hingga ke tingkat pusat, untuk membantu keluarganya. “Kami hanya ingin hidup layak dan bisa menyekolahkan anak-anak kami,” harap Pak Kaharuddin.

LP3K-RI provinsi Sulawesi Barat meminta pemerintah juga pihak swasta umum diharapkan untuk memberikan bantuan dan perhatian kepada keluarga Kaharuddin, agar mereka bisa menjalani hidup dengan lebih baik.

Hasri Gandeng kepada awak media, pada Kamis (01/01/2026) mengatakan,”Miris memang melihat kondisi Pak Kaharuddin beserta keluarganya. Perjuangan beliau berat, namun beliau tidak pernah mengeluh apalagi mengaduh. Meski hanya sebagai buruh sawit, ia tetap semangat menjalani kehidupannya, dan ini harus menjadi perhatian pemerintah setempat, tidak ada pembiaran. Karena Pak Kaharuddin wajib dan berhak mendapatkan bantuan semestinya,” tegas Hasri. (*BM)