Masjid Jami Al Furqon Gelar Qurban, Ratusan Warga Ikuti Prosesi Pemotongan Hewan Qurban

0
164
Masjid Jami Al Furqon Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (07/06/2025) menggelar kegiatan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/Foto2 : M.Hafiz

PERISTIWA | MEGAPOLITAN

“Qurban adalah ibadah yang penuh makna dan hikmah, bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga sebuah ungkapan ketaatan, syukur, dan kasih sayang kepada Allah SWT, serta sebuah tindakan sosial yang bermanfaat bagi sesama,”

Jakarta | Lapan6Online : Masjid Jami Al Furqon Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (07/06/2025) menggelar kegiatan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Kegiatan digelar dilapangan Masjid Jami Al Furqon yang dihadiri oleh ratusan warga sekitar dan jemaah masjid warga RW 02, Jati Padan.

Seperti yang disampaikan Saefulloh, Ketua DKM Masjid Al Furqon kepada awak media, disela-sela acara pemotongan Qurban ia mengatakan,”Dalam kegiatan qurban ini, Masjid Jami Al Furqon menyembelih beberapa 5 ekor sapi dan 36 kambing yang kemudian dibagikan kepada 4 RT lingkungan RW 02 Jatipadang dan kaum dhuafa. Prosesi pemotongan hewan qurban dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan syariat Islam,” jelas Saefulloh.

Menurut Saefulloh, bahwa Qurban adalah persembahan yang berharga kepada Allah, menunjukkan ketaatan dan kesiapan untuk mengorbankan apa yang dicintai demi memenuhi perintah-Nya. Berqurban juga merupakan ungkapan syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT.

“Berqurban dianggap sebagai ujian ketakwaan seorang muslim, menunjukkan kesungguhan hati dalam menyembah Allah. Ibadah Qurban juga dapat menjadi sarana untuk mendidik jiwa agar rela mengorbankan kepentingan diri demi kepentingan bersama. Dan daging Qurban dibagikan kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan, sehingga ibadah ini juga memiliki sisi sosial yang kuat,” tegasnya.

Qurban sebagai Bentuk Kepedulian dan Ketaqwaan
Kegiatan qurban ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan ketaqwaan umat Islam di wilayah ini. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mempererat silaturahmi antar warga dan meningkatkan rasa kebersamaan.

Ia menambahkan,”Kami Pengurus Masjid Jami Al Furqon mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan panitia yang telah membantu mensukseskan kegiatan qurban ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkasnya.

Nilai keikhlasan dalm berqurban menjadi roh utama sehingga bisa menghindarkan diri dari niyat untuk saling bersaing “nama” atau memburu popularitas dalam melakukannya.

Subtansi ibadah ini justru membutuhkan dimensi kejujuran dan keikhlasan. Para pelaku qurban (muqorib) seharusnya memahami bahwa analogi penyembelihan binatang ternak tersebut sesungguhnya mengajarkan perjuangan tentang penyelamatan dimensi kemanusiaan dari hal-hal yang bisa menjerumuskan.

Hal ini harus dilakukan sebab segala jenis dan level kejahatan yang seringkali menjebak manusia, dominasinya adalah nafsu-nafsu kebinatangan. Jika nafsu kebinatangan merasuk dan menjadi bagian dari sifat manusia maka itulah yang disebut akhlaq madzmumah, atau “Suu’ul adab”.

Jangan hanya sekedar fokus mengkalkulasi pahala dan berharap sembelihan qurban menjadi kendaraan pengantar menuju Surga, maka yang lebih essensial, lebih realistis lagi bila hikmah-hikmah sosial dari keutamaan ibadah qurban tersebut pun ikut dihayati

Dengan memahami makna kurban yang mendalam, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih baik, serta menjadikan perayaan Idul Adha sebagai momen untuk meningkatkan keimanan dan kualitas diri. (*M.Vidi Al)