Penderitaan Rakyat PALESTINA dan JANJI Kemenangan ISLAM

0
25
Bocah Palestina duduk di dekat puing setelah Israel menghancurkan rumah mereka di Tepi Barat pada 3 Juni 2020. Foto/Memo/AFP

OPINI | POLITIK | MANCANEGARA

“Umat ini harus menyadari bahwa Islam memiliki solusinya sendiri. Umat Islam harus fokus dan percaya bahwa solusi masalah Gaza dan Palestina adalah kehadiran Khilafah yang akan mengomando jihad,”

Oleh : Fadhillah Khusnah S.Pd

Situasi Gaza semakin memprihatinkan di tengah pengkhianatan para penguasa muslim. Satu persatu wajah pengkianatan itu terkuak dalam berbagai peristiwa dan penyataan para pemimpin tersebut.

Belakangan, perang Iran kian menunjukkan tidak satupun penguasa muslim yang benar-benar serius menolong Gaza. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir saat perang Iran-Israel berlangsung, kabar-kabar tentang terbunuhnya rakyat sipil Gaza tidak berkurang.

Lalu, beberapa waktu berselang, perang dua negara tersebut usai. Hal mengejutkan juga santer terdengar terkait kesepakatan yang terjadi antara Arab Saudi dan Israel mengenai gencatan senjata di Gaza. Beberapa poin dalam kesepakatan tersebut dilansir dari Republika, justru menyudutkan Palestina diantaranya normalisasi hubungan Arab Saudi- Israel serta kedaulatan Israel atas Tepi Barat.

Hal itu seolah sesuai dengan kehendak Israel untuk menguasai dan terus mencaplok wilayah Palestina yang kian hari kian sempit. Dan disaat yang sama, beberapa pihak juga terus menggaungkan solusi dua negara dalam rangka mengakhiri ‘perang’.

Tidak bisa dipungkiri bahwa masalah Palestina bukanlah masalah sederhana. Sudah menjadi rahasia umum, israel dalam eksistensinya mendapat dukungan yang tidak main-main dari AS.

Maka dalam bentuk dukungan itu, AS juga berfokus pada perang media yang salah satunya dengan menggunakan diksi-diksi yang memalingkan kita sebagai pengguna media dari fakta yang sebenarnya. Kata perang tidak layak digunakan dalam narasi Palestina-Israel, karena faktanya yang terjadi adalah pembantaian dan penjajahan. Maka kita perlu berhati-hati dalam hal ini.

Situasi yang telah berlangsung hampir dua tahun tersebut memang menimbulkan banyak kecaman. Terutama terkait bagaimana agar serangan Israel berhenti.

Namun perlu kita ketahui bahwa dorongan sebagian penguasa muslim termasuk indonesia untuk menekan Zionis menerima solusi dua negara adalah solusi untuk membodoh-bodohi umat dan sangat absurd.

Zionis dan AS sampai kapan pun tidak akan menerima Palestina merdeka dengan kemerdekaan penuh. Begitu pun warga Palestina yang tulus dan lurus. Mereka tidak mungkin menerima ada sejengkal pun tanah kaum muslimin yang diberikan kepada penjajah.

Mereka tidak mungkin mau mengkhianati perjanjian Umariyah dan pengorbanan para syuhada yang sudah mempertahankan tanah Palestina dengan nyawa mereka. Artinya pembantaian akan terus terjadi dan perlawanan juga tidak akan pernah surut. Maka tidak mungkin bagi umat Islam untuk menggantungkan nasib rakyat Gaza kepada solusi yang ditawarkan oleh Barat.

Umat ini harus menyadari bahwa Islam memiliki solusinya sendiri. Umat Islam harus fokus dan percaya bahwa solusi masalah Gaza dan Palestina adalah kehadiran Khilafah yang akan mengomando jihad.

Dan itu adalah satu-satunya solusi tuntas yang akan membebaskan bukan hanya tanah Palestina, tetapi juga seluruh tanah kaum Muslim yang terjajah. Umat harus ingat pula bahwa seruan solusi dua negara sudah dinarasikan sejak dulu, dan sepanjang itu pula pembantaian terus terjadi.

Pembantaian di Gaza harusnya menjadi momen bangkitnya kesadaran umat bahwa berharap pada solusi Barat justru menjauhkan pada solusi hakiki. Solusi hakiki adalah menghadirkan Khilafah sebagai warisan nabi yang terbukti telah menjadi penjaga umat dan telah membawa umat kepada kebangkitan hakiki.

Umat harus mendukung dan segera terjun bergerak dalam perjuangan menegakkan Khilafah bersama kelompok dakwah ideologis. Ini adalah bukti keseriusan kita menolong Gaza-Palestina, dan juga mengangkat umat yang lainnya dari kehinaan akibat hidup dalam naungan sistem sekuler kapitalisme. Wallahu’alam bishowwab. (**)

*Penulis Adalah Aktivis Muslimah