Setelah Perjalanan Panjang, Akhirnya SDK Mandar Pitu Berganti Nama Menjadi SDN

0
298
SDN Negeri Inpres Mandar Pitu, Desa Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat/Foto2 : HGDP

EDUKASI

“Perubahan Dan Sejarah nama ini merupakan momen bersejarah bagi Sekolah. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik bagi siswa-siswi kami,”

Topore | Papalang | Mamuju | SULBAR | Lapan6Online : Sekolah Dasar Kecil (SDK,red) Sekolah Mandar Pitu telah resmi berganti nama menjadi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mandar Pitu.

Perubahan nama ini merupakan hasil musyawarah pengusulan nama tempat SDN Negeri Inpres Mandar Pitu, Desa Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Nama SDN Mandar Pitu dipilih sebagai penghargaan atas kontribusi dan peran serta masyarakat Mandar Pitu dalam pembangunan pendidikan di daerah tersebut. Beberapa tokoh yang terlibat dalam proses pengusulan nama ini antara lain Ahmadia, Sopian, Rasid Hasan, Rahman, Kanna Haling, Pua, Sari dan Ba,ddu.

Alimuddin SPd.SD. Kepala Sekolah SDN Mandar Pitu, dalam penyampaiannya kepada Lapan6Online.com, pada Selasa (20/01/2026) mengatakan,”Rasa syukur dan terima kasih berkat dukungan masyarakat Mandar Pitu. Perubahan Dan Sejarah nama ini merupakan momen bersejarah bagi Sekolah. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik bagi siswa-siswi kami,” ujarnya.

Ia menambahkan,”Perubahan nama SDK menjadi SDN Mandar Pitu diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi siswa-siswi dalam belajar, serta meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut,” tambahnya.

Ahmad Bora bersama Alimuddin SPd.SD. Kepala Sekolah SDN Mandar Pitu/Foto : HGDP

Sementara itu, Ahmad Bora (69) warga Desa Topore kepada Lapan6Online.com membeberkan kisah dan nama dari Toreppo, orang yang di patah atau orang yang dipatahkan berubah menjadi to pore,”Makdudnya orang yang hebat atau kuat pada zamannya, namun ada dua versi saat ini beredar di masyarakat kaitannya dengan perubahan nama to reppo menjadi topore, namun setelah pemekaran desa topore masuk wilayah administrasi kecamatan papalang kabupaten Mamuju ini versi masyarakat dengan mantan bupati Mamuju Abdul Madjid pattaropura 1964 – 1965. Dan versi juga sumber Ahmad Bora , topore ini di gagas oleh pak Assad muda dimana pada saat itu masih status desa persiapan toreppo termasuk desa Bonda,” jelas Ahmad Bora.

Ahmad Bora berharap agar masyarakat pada umumnya Desa Topore ini bisa menjadi salasatu pilar kerukunan antar Suku baik Mandar Mamuju Botteng Bugis Kalumpang dan lainnya. “Karena sejak dulu orang orang tua bagaikan bersaudara dan saling kerjasama dalam pembentukan kampung dan bersatu dalam berbagai aktivitas sosial seperti hari ini kita lihat desa topore didiami dan menjadi penduduk desa topore banyak suku etnis dari berbagai daerah dan dari provinsi lain sangat menjunjung tinggi nilai-nilai bhineka tunggal Ika walau berbeda beda kita tetap satu kesatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*HGDP)