OPINI | HUKUM
“Sebagai orang tua seharusnya menjadi teladan, menjadi guru yang utama dan pertama, memberikan kasih sayang yang tulus dan cukup mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak serta menjadi penanggung jawab dalam pendidikan anak,”
Oleh : Juli Agustina
LAGI – lagi aksi tawuran antar pemuda kembali terjadi tepatnya di jalan Stasiun, Simpang kantor Camat Belawan, kota Medan, pada Minggu ( 7/9/2025 ) dini hari. Kompas.com.
Aksi tawuran yang terjadi dikalangan remaja begitu marak. Aksi ini menjadi hal yang biasa di lakukan di tengah-tengah remaja sehingga masyarakat takut dan resah dengan aksi tawuran ini.
Tawuran remaja ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya krisis identitas, hilangnya peran keluarga, Pendidikan yang rusak dan sanksi yang tidak tegas. Krisis Identitas yang melanda generasi muda hari ini karna jauhnya generasi muda dari Islam.
Gaya hidup, tontonan yang merusak menyebabkan generasi hari ini malas untuk menuntut ilmu agama islam. Sehingga halal dan haram tidak lagi menjadi standar hidup perbuatan remaja. Di samping itu hilangnya peran keluarga dalam menjaga fitrah Islam anak.
Para orang tua di sibukkan oleh pekerjaan mencari nafkah, karna himpitan ekonomi yang melanda. Banyak hari ini orang tua yang abai terhadap tanggungjawabnya dalam mendidik anaknya. Sebagai orang tua seharusnya menjadi teladan, menjadi guru yang utama dan pertama, memberikan kasih sayang yang tulus dan cukup mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak serta menjadi penanggung jawab dalam pendidikan anak.
Terutama seorang ibu yang seharusnya menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya sudah tersibukkan oleh pekerjaan mencari nafkah diluar rumah. Akibatnya membuat anak-anak kurang mendapatkan perhatian serta kasih sayang, sehingga mereka mudah terjerumus kepada tindakan-tindakan kekerasan dan Anarkis, mereka juga tidak malu untuk melakukan kekerasan dimana saja, bahkan di tempat umum sekalipun.
Adapun sistem pendidikan hari ini yang beraqidahkan sekuler (memisahkan antara agama dan kehidupan) menjauhkan dari nilai – nilai Islam dan merusak pemikiran remaja juga menjadi penyebab maraknya tawuran hari ini.
Negara tidak benar-benar serius menyiapkan generasi yang bertaqwa dan berjiwa pemimpin untuk menjaga masa depan bangsa dan negara. Jadi wajarlah kepribadian islamiyah tidak terbentuk dalam diri generasi hari ini, justru output dari sistem pendidikan hari ini menciptakan para pemuda yang anarkis dan jauh dari indentitas agamanya serta bermental rapuh.
Lemahnya penegakkan hukum juga menjadi salah satu faktor maraknya tawuran yang dilakukan remaja hari ini. Sanksi yang diberikan tidaklah memberikan efek jera bagi para pelaku tawuran sehingga mereka nekad melakukan aksi tawuran berulang kali. Seharusnya negara memberikan sanksi yang tegas bagi para pelaku tawuran serta edukasi yang benar agar para remaja tidak terpapar dengan aksi-aksi anarkis dan brutal.
Dalam pandangan islam, negara berkewajiban membina generasi melalui pendidikan yang benar. Dalam sistem pendidikan negara menjadikan aqidah Islam sebagai kurikulum di sekolah -sekolah. Dengan menjadikan aqidah Islam sebagai pondasi dasar, maka para remaja akan bijak dalam bertindak. Halal dan haram menjadi standar dalam berbuat, mereka akan menjauhi dan meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh hukum Syara’.
Pendidikan yang berasaskan aqidah Islam akan melahirkan generasi – generasi yang beriman dan bertaqwa serta memiliki jiwa pemimpin. Tidak hanya itu negara juga menyiapkan guru yang berkualitas, negara memfasilitasi sarana dan prasarana yang memadai untuk proses pendidikan yang berkualitas.
Disamping itu negara juga akan menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya bagi para lelaki agar mereka bisa menafkahi keluarganya sehingga seorang ibu tidak sibuk bekerja diluar membantu ekonomi keluarga dan hanya fokus mendidik anaknya saja.
Sejarah membuktikan bahwa penerapan Islam secara kafah dalam naungan Khilafah menjadi kunci munculnya generasi terbaik yang berhasil membawa umat pada kebangkitan. Generasi Islam ini teguh dalam ketakwaan dan tidak bersikap Anarkis. Wajar jika sepanjang belasan abad, umat Islam mampu tampil sebagai pionir peradaban. Fakta ini diakui banyak sejarawan yang jujur dalam hal keilmuan. Ajaran Islam memang memiliki perhatian besar terhadap masalah generasi.
Negara yang menerapkannya juga memiliki visi penyelamatan generasi. Jadi jelaslah bahwa maraknya aksi tawuran hari ini yang dilakukan oleh remaja tidak lain dari penerapan sistem yang Rusak karna bukan bersumber dari Islam. Hanya sistem Islamlah yang mampu menyelamatkan generasi dan menjadikannya sebagai generasi yang kuat dan berjiwa pemimpin. (**)
*Penulis Adalah Aktivis Dakwah Dan IRT


















