WISATA | EKONOMI
“Kenaikan wisnus dan perbaikan okupansi hotel menjadi modal positif, tetapi penurunan wisnas tahunan perlu dicermati dalam konteks mobilitas dan preferensi perjalanan,”
Makassar | SULSEL | Lapan6Online : Kinerja pariwisata Sulawesi Selatan pada Oktober 2025 menunjukkan dinamika campuran. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat 1.565 kunjungan atau meningkat 43,45 persen secara tahunan (YoY).
Namun beberapa indikator lain, masih bergerak berlawanan arah. Hal itu dipaparkan Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan, dalam siaran video resmi BPS Sulsel di kanal YouTube baru-baru ini.

Suri Handayani menjelaskan jumlah wisman Oktober 2025 justru sedikit turun 1,82 persen dibanding September 2025 yang mencapai 1.594 kunjungan, meski naik signifikan dibanding Oktober 2024, Ini menunjukkan fluktuasi bulanan masih terjadi, tetapi tren tahunan tetap menguat.
Pada saat bersamaan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Sulsel mencapai 48,97 persen. Angka ini turun 4,22 poin secara tahunan, tetapi secara bulanan justru melonjak 6,03 poin dari posisi September 2025 (42,95 persen). Peningkatan bulanan (MtM) ini dinilai sebagai sinyal pergerakan domestik yang mulai membaik jelang akhir tahun.
Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menguat. Wisnus Pada Oktober 2025, mencapai 3.336,27 ribu perjalanan, naik 26,63 persen (YoY). Secara kumulatif Januari–Oktober 2025, perjalanan wisnus tercatat 35.170,61 ribu perjalanan, atau tumbuh 17,38 persen dibanding periode sama tahun 2024.
Namun, tekanan terlihat pada pergerakan wisatawan nasional (wisnas) yang masuk melalui Bandara Sultan Hasanuddin. Secara tahunan, Oktober 2025 mencatat 12.737 kunjungan, turun 6,14 persen (YoY). Meski demikian, Suri mencatat adanya perbaikan bulanan karena angka tersebut naik 2,44 persen dibanding September 2025 (12.434 kunjungan).
Statistisi ahli madya ini menerangkan dinamika tersebut perlu dibaca sebagai sinyal penting bagi pemangku kepentingan pariwisata dan industri perhotelan.
Kenaikan wisnus dan perbaikan okupansi hotel menjadi modal positif, tetapi penurunan wisnas tahunan perlu dicermati dalam konteks mobilitas dan preferensi perjalanan.
BPS Sulsel menegaskan pemantauan rutin terhadap indikator pariwisata diperlukan sebagai bahan evaluasi kebijakan dan strategi penguatan destinasi di wilayah tersebut.
*Pewarta : Nafsul Muthmainnah
*Editor : Amrullah Andi Faisal


















