Akses Jalan Rusak, Warga Berinang Mayun Ancam Blokir Jalur Operasional PT Sampurna Agro

0
350
Kepala Desa Berinang Mayun, Raju

NEWS | HUKUM

“Kami sudah dua kali mengirim surat resmi untuk mengundang pihak PT Sampurna Agro bermusyawarah. Tapi tidak ada tanggapan apa pun. Bahkan saat kami menggelar rapat yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan Ketua BPD, pihak perusahaan tidak hadir tanpa alasan yang jelas,”

Landak | KALBAR | Lapan6online : Keresahan mendalam menyelimuti warga Desa Berinang Mayun, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, terkait kondisi jalan penghubung antar dusun di wilayah mereka yang mengalami kerusakan parah.

Jalan yang menjadi satu-satunya akses utama bagi masyarakat setempat kini dipenuhi lubang, licin saat hujan, dan membahayakan keselamatan pengendara, termasuk anak-anak sekolah, petani, serta warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Warga menduga kerusakan jalan tersebut diakibatkan oleh intensitas tinggi lalu lalang kendaraan berat milik perusahaan sawit PT Sampurna Agro yang beroperasi di wilayah desa tersebut.

Meskipun telah dua kali dilayangkan surat permohonan musyawarah oleh pihak desa, hingga kini perusahaan belum memberikan respons, baik secara tertulis maupun hadir secara langsung dalam forum yang telah dijadwalkan.

“Kami sudah dua kali mengirim surat resmi untuk mengundang pihak PT Sampurna Agro bermusyawarah. Tapi tidak ada tanggapan apa pun. Bahkan saat kami menggelar rapat yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan Ketua BPD, pihak perusahaan tidak hadir tanpa alasan yang jelas,” ungkap Kepala Desa Berinang Mayun, Raju, saat dikonfirmasi Lapan6online melalui pesan WhatsApp, pada Selasa (1/7/2025).

Raju menambahkan, sikap diam perusahaan tersebut menyulut kekecewaan warga. Jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih saat musim hujan. Beberapa warga telah mengalami insiden tergelincir akibat permukaan jalan yang licin dan berlubang.

Menyikapi situasi tersebut, Kepala Desa bersama elemen masyarakat secara tegas menyatakan siap mengambil langkah serius apabila perusahaan tetap mengabaikan permintaan dialog. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan warga adalah menutup jalan operasional yang selama ini digunakan PT Sampurna Agro untuk mengangkut hasil produksi mereka.

“Masyarakat sudah terlalu sabar. Ini menyangkut keselamatan banyak orang. Jika dalam waktu dekat tidak ada respons atau langkah nyata dari pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan, maka kami akan menutup akses jalan tersebut,”tegas Raju.

Menurutnya, selama ini warga sudah cukup toleran terhadap aktivitas perusahaan. Mereka tidak pernah menghambat operasional, bahkan mendukung kehadiran investasi di daerah. Namun, ketika dampaknya mulai merugikan masyarakat dan pihak perusahaan tidak menunjukkan itikad baik untuk berdialog apalagi memperbaiki kerusakan, maka tindakan tegas dianggap sebagai pilihan terakhir.

“Kehadiran PT Sampurna Agro seharusnya menjadi bagian dari pembangunan desa, bukan malah menyengsarakan warga. Jangan cuma mengambil keuntungan, tapi abaikan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan,” tambah Raju dengan nada kecewa.

Selain menyampaikan ultimatum, Kepala Desa Berinang Mayun juga secara terbuka meminta perhatian dari Bupati Landak dan Ketua DPRD Kabupaten Landak agar mengevaluasi ulang keberadaan dan izin operasional PT Sampurna Agro di wilayah mereka.

“Saya atas nama pemerintah desa dan masyarakat meminta kepada Bupati Landak serta Ketua DPRD agar meninjau kembali izin operasional PT Sampurna Agro. Kami tidak anti investasi, tapi perusahaan juga harus bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan,” tuturnya.

Diketahui, jalan penghubung antara Dusun Mayun dan Dusun Tamu menjadi urat nadi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial. Akses inilah yang setiap hari digunakan anak-anak menuju sekolah, petani membawa hasil panen, warga menuju pasar, serta jalur satu-satunya menuju fasilitas kesehatan.

Namun, kondisi terkini justru memperlihatkan realitas menyedihkan. Di sepanjang ruas jalan yang dilintasi truk-truk pengangkut tandan buah segar milik PT Sampurna Agro, banyak ditemukan lubang besar, permukaan tidak rata, dan genangan air saat hujan. Beberapa warga bahkan mengaku sudah enggan melintasi jalur tersebut karena terlalu berbahaya.

Situasi di Desa Berinang Mayun saat ini masih kondusif. Namun apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dari perusahaan,”ketegasan aksi warga untuk menutup jalan diperkirakan akan dilakukan dalam waktu yang tidak lama lagi,pungkas Raju

Hingga berita ini diterbitkan.Lapan6online masih berupaya menghubungi pihak perusahaan guna mendapatkan klarifikasi dan jawaban resmi dalam langkah yang akan diambil oelh manajemen PT Sampurna Agro.

*Yulizar | Lapan6online