EKONOMI | POLITIK
“IPH Sinjai tercatat naik 0,86 persen, yang menempati urutan ketiga tertinggi di Sulsel. Komoditas beras 0,441 dan cabai merah 0,1897 sebagai penyumbang utama,”
Sinjai | SULSEL | Lapan6Online : Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan harga pangan di Sulawesi Selatan pekan III Agustus 2025 yang menunjukkan perbedaan tren antarkabupaten.
Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan III Agustus memperlihatkan sejumlah kabupaten mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya mencatat penurunan.

Kepala BPS Sinjai menjelaskan komoditas yang memberikan andil besar terhadap fluktuasi harga di Sulsel masih didominasi beras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan daging ayam ras. “IPH Sinjai tercatat naik 0,86 persen, yang menempati urutan ketiga tertinggi di Sulsel. Komoditas beras 0,441 dan cabai merah 0,1897 sebagai penyumbang utama,” kata Syamsuddin, pada Senin (25/8/2025).
Syamsuddin menjelaskan, IPH tertinggi di Soppeng yang naik 1,93 persen dengan andil terbesar dari beras 1,2089, cabai merah 0,816 dan bawang merah 0,3407.
Sebaliknya, beberapa daerah mencatat penurunan harga. Enrekang dan Takalar masing-masing turun -1,61 persen, terutama dipengaruhi oleh cabai rawit, beras dan daging ayam ras. Penurunan terbesar terjadi di Takalar karena cabai rawit -2,0779 dan di Enrekang sebab beras -0,7931.
BPS juga mencatat fluktuasi harga tertinggi pekan berjalan masih terjadi pada komoditas cabai rawit di sebagian besar daerah, dengan nilai koefisien variasi (CV) tertinggi tercatat di Luwu 0,180938.

Sementara itu, dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam jaringan hari ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri memaparkan 140 pemerintah kabupaten/kota yang belum melakukan upaya nyata dalam mengendalikan inflasi. Daftar tersebut meliputi daerah dari berbagai provinsi, termasuk Sinjai, Barru, Sidrap dan Pinrang di Sulsel.
Data hasil monitoring evaluasi Kemendagri menunjukkan bahwa dari 514 Pemerintah Kabupaten/Kota, sebanyak 140 masih masuk kategori belum melakukan langkah konkret dalam pengendalian harga pangan di wilayahnya.
Rakor TPID menegaskan pentingnya intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama menghadapi fluktuasi harga cabai dan beras yang tercatat masih menjadi penyumbang utama inflasi di berbagai daerah.
*Pewarta : Amrullah Andi Faisal


















