BUDAYA | NUSANTARA
“Memaafkan Merelakan kesalahan orang lain dan menjaga hati agar tetap bersih, menggunakan mata untuk melihat dengan baik berarti menjaga pandangan (ghadhdhul bashar) dan menundukkannya, terutama terhadap lawan jenis,”
Majene | SULBAR | Lapan6Online : Sekilas Cerita Dari Al Mukaromah Waliyullah To,Salama Di Bulo Bulo Dan di ceritakan turun temurun selain dari kisah perjalanan ke tanah suci beberapa kisah inspiratif yang di ceritakan turun temurun adalah kisah kehidupan sehari harinya serta Budi pekerti yang baik serta luhur.
Metode siar Islam yang digunakan adalah mengsingkrongkan Hukum agama adat istiadat tradisi budaya Lokal.

Menurut penuturan orang orang tua sebagai generasi wajib hukumnya mewarisi sifat dan karakter leluhur yang mengamalkan ilmu agama adat istiadat budaya secara turun temurun karena Simbol utama yang wajib dimiliki oleh turunan adalah tujuh sifat utama Krateria yang wajib adalah Niat (jiwa),cara bicara(bahasa yang baik) Penglihatan(cara pandang) Pendengaran (pendengar yang baik) uraikan tangan ( gerakan tangan) langkah kaki ( lemah lembut) dan kehidupan sosial (pekerjaan sehari-hari) atau dikenali Masyarakat lokal Mandar sebagai Pitu Sifat Naindo Adat (7 Prilaku Masyarakat Adat), Dengan demikian maka setiap simbol tersebut banyak penjabarannya contohnya,
Shalat Seseorang berniat shalat fardhu karena Allah,
Puasa Seseorang berniat puasa Ramadhan karena Allah,
Bekerja Seseorang berniat bekerja untuk mencari nafkah keluarga karena Allah,
Belajar Seseorang berniat belajar untuk menambah ilmu dan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain karena Allah.
Qaulan Ma’rufa (Perkataan yang Baik) Menggunakan kata-kata yang sopan, santun, dan menyenangkan hati.

Qaulan Sadida (Perkataan yang Benar) Berbicara dengan jujur, benar, dan sesuai dengan kenyataan.
Qaulan Kariman (Perkataan yang Mulia) Berbicara dengan penuh hormat, terutama kepada orang tua, ulama, dan mereka yang lebih tua.
Menghindari Perkataan Buruk Menjauhi ghibah (gosip), fitnah, ucapan kasar, dan perkataan yang menyakiti hati orang lain.
Berbicara dengan Tujuan Baik Memastikan setiap ucapan memiliki tujuan yang jelas dan konstruktif.
Mendengarkan dengan Baik Memberikan perhatian penuh saat orang lain berbicara, menunjukkan rasa hormat.
Menjaga Lisan Berpikir sebelum berbicara dan menahan diri dari berkata-kata yang tidak bermanfaat.
Bersikap Sabar dan Toleran Menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak.

Memaafkan Merelakan kesalahan orang lain dan menjaga hati agar tetap bersih, menggunakan mata untuk melihat dengan baik berarti menjaga pandangan (ghadhdhul bashar) dan menundukkannya, terutama terhadap lawan jenis.
Ini bukan berarti memejamkan mata atau selalu menunduk, tetapi menjaga pandangan agar tidak liar, tidak berlebihan, dan tidak menimbulkan fitnah atau perbuatan dosa.

tangan kanan lebih diutamakan dalam melakukan aktivitas baik, seperti makan, minum, bersedekah, dan lain sebagainya. Sebaliknya, tangan kiri lebih dikhususkan untuk aktivitas yang kurang bersih atau dianggap kurang baik, seperti membersihkan diri setelah buang air.
diajarkan tentang cara melangkah kaki yang lembut dan halus. Namun, ada beberapa anjuran yang berkaitan dengan adab berjalan yang bisa diterapkan untuk mencapai langkah yang lebih baik.

Daftar Karomah To, Salama Di Bulo Bulo Salasatunya sholat di dua tempat yang berbeda dapat mengambil buah buahan yang jauh dari tempatnya bisa mendoakan orang yang sakit Tampa menyentuh dapat mengetahui tanda-tanda kematian diri dan orang lain dapat bersembunyi di celah celah bambu dapat mempercepat waktu dapat berpindah daerah yang jauh menjadi dekat dan karomah karomah yang dibutuhkan manusia yang disebut bekal tak basi,( PEWONGANG TAMMAWARI ) Semua yang tersebut di atas itu karena izin Allah SWT. Allahualam bissawab. (*HGDP)


















