POLITIK
“Kita berupaya terus memenuhi indikator-indikator Kabupaten Layak Anak sesuai dengan RPJMD agar mendapat peringkat yang lebih baik lagi. Saya berharap pertemuan ini menghasilkan ide-ide dan solusi untuk menjawab tantangan pada indikator KLA,”
Bengkayang l KALBAR l Lapan6Online : Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Sekretariat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) pada 18–19 September 2025.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Bengkayang berkomitmen memperkuat pengembangan Kabupaten Layak Anak dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari anggota Gugus Tugas KLA, perangkat daerah, hingga lembaga pemberi layanan anak.
Pelatihan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bengkayang, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, serta sejumlah perangkat daerah lainnya. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan memperkuat koordinasi dan pemahaman bersama mengenai perlindungan serta pemenuhan hak anak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Yustianus, S.E., M.M., dalam arahannya menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pelatihan ini.
“Kita berupaya terus memenuhi indikator-indikator Kabupaten Layak Anak sesuai dengan RPJMD agar mendapat peringkat yang lebih baik lagi. Saya berharap pertemuan ini menghasilkan ide-ide dan solusi untuk menjawab tantangan pada indikator KLA,” ujar Yustianus.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Bengkayang telah mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya:
- Menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kabupaten Layak Anak.
- Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di jenjang TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA.
- Menetapkan Rumah Sakit dan Puskesmas Ramah Anak.
- Mendesain serta membangun taman bermain ramah anak.
- Membentuk UPTD-PPA sebagai lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak.
Melalui pelatihan ini, Bengkayang diharapkan semakin siap mewujudkan daerah yang ramah anak, sehingga mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal.


















