Penguasa Negeri – Negeri Muslim Berkhianat

0
28
Neturei Karta. (foto dok. Suara Palestina)

OPINI | POLITIK

“Tindakan paling menyakitkan yang dilakukan oleh penguasa negeri muslim adalah melakukan hubungan baik dengan Israel. Bagaimana bisa, kaum muslim tersenyum ramah pada musuh yang telah membantai saudaranya sendiri,”

Oleh : Eva Arlini

KAUM muslimin masih menanti solusi tuntas terhadap persoalan Palestina. Telah maklum bahwa persoalan utama Palestina yaitu adanya pendudukan paksa Israel di tanah milik warga Palestina.

Sudah seharusnya Israel angkat kaki dari Palestina. Harapan besar ditujukan kepada penguasa negeri – negeri muslim yang memang dengan kekuatannya memiliki potensi untuk menuntaskan persoalan Palestina.

Namun hingga kini respon yang ditunjukkan oleh para penguasa negeri muslim terhadap Palestina masih jauh dari harapan. Ada yang bak singa tak bertaring, hanya sebatas mengecam dengan ketegasan retorika semata ataupun sebatas menggertak saja. Tindakan paling menyakitkan yang dilakukan oleh penguasa negeri muslim adalah melakukan hubungan baik dengan Israel. Bagaimana bisa, kaum muslim tersenyum ramah pada musuh yang telah membantai saudaranya sendiri.

Eva Arlini/Foto : Ist.

Baru – baru ini pemerintah Turki mengeluarkan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan beberapa pejabat senior Israel atas dugaan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Namun apakah ancaman tersebut memiliki kekuatan hukum?

Sikap Turki tersebut direspon oleh Israel dengan menyebut bahwa Ankara hanya ingin melakukan propaganda politik. Lalu Israel menolak keterlibatan Ankara dalam pasukan perdamaian internasional di Gaza.

Padahal adanya pasukan perdamaian di Gaza merupakan salah satu poin gencatan senjata yang baru saja terjadi antara Israel dan Hamas. Sikap berani Israel yang demikian menunjukkan kelemahan posisi Turki dimata mereka. Israel paham bahwa Turki di bawah kendali Amerika Serikat, sehingga apapun ucapan atau kebijakan luar negeri yang disampaikan tidak akan mengganggu Israel.

Turki bersikap seolah keras seperti itupun bukan semata – mata dilakukan atas dasar membela saudara seakidah mereka yang dibantai oleh Israel. Namun ada unsur kekesalan karena Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina dibom oleh Israel.

Disisi lain, di tahun 2020 kemarin, AS telah menginisiasi pemulihan hubungan Israel – Arab dan menandatangani sejumlah dokumen yang disebut dengan Abrahan Accords. Uni Emirat Arab, Bahrain dan Maroko tergabung dalam perjanjian itu. Kazakhstan juga sedang berproses untuk bergabung dalam perjanjian tersebut. Inilah negeri – negeri arab yang secara resmi menunjukkan hubungan baiknya dengan penjajah Palestina. Perbuatan yang mereka lakukan telah menyakiti seluruh umat Islam di dunia. Lalu apa pula yang bisa diharapkan dari Indonesia?

Indonesia menyatakan akan bertindak sesuai arahan PBB. Sebagaimana yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indoenesia, Sugiono, Indonesia akan mengirim pasukan ke Gaza dan wilayah – wilayah yang berkonflik jika diperlukan dan disetujui oleh PBB. Tidak ada satupun negeri kaum muslimin yang bisa bersikap independen terhadap urusannya. Semua berada dalam kendali Amerika Serikat. Sehingga sampai kini bisa kita katakan, sangat amat sulit berharap solusi tuntas Palestina, yakni menghentikan genoside dan mengusir Israel dari tanah Palestina.

Kita membutuhkan negara independen yang berani bersikap sesuai perintah dan larangan Allah swt. Kita membutuhkan kepemimpinan umat Islam yang bebas dari pengaruh AS. Maka tidak bisa tidak, kita membutuhkan keberadaan institusi politik Islam yakni khilafah Islamiyah. Khilafah adalah sistem kepemimpinan warisan Rasulullah saw yang akan memunculkan pemimpin nyata bagi umat Islam.

Khilafah adalah negara kesatuan umat Islam, yang akan menyatukan umat Islam seluruh dunia. Ketundukan Khalifah sebagai kepala negara dalam Khilafah hanya pada Allah swt. Rasa takut seorang khalifah hanya pada Allah swt, sehingga kecil baginya kekuatan AS. Rasa tanggungjawab sebagai pemimpin, kesadaran akan perhitungan di akhirat membuat seorang khalifah takkan membiarkan satu nyawa umat Islam pun jatuh karena ulah penjajah. Jika khilafah tegak, Israel tak akan berlama lama lagi dengan penjajahannya.

Akan ada aksi nyata dari pemimpin umat Islam, sebagaimana Shalahuddin al Ayubbi yang berjihad membebaskan Palestina dari tangan penjajah. Alhasil, harapan satu – satunya bagi umat Islam untuk membebaskan negeri para nabi itu dari penjajahan adalah mewujudkan persatuan dalam naungan Khilafah. (**)

*Penulis Adalah Guru Tahsin Quran