Rafa Fauzan Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Hilang

0
82
Pemakaman Alm.Rafa Fauzan Balita 1 tahun 11 bulan yang hilang selama 2 hari

NEWS | NUSANTARA

“Rafa dikenal sebagai anak yang ceria dan lincah. Kini, kepergiannya menjadi luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang turut merasakan kehilangan,”

Singkawang | KALBAR | Lapan6Online: Duka menyelimuti warga Kota Singkawang. Setelah tiga hari penuh harapan dan pencarian, balita bernama Rafa Fauzan (1 tahun 11 bulan) yang sempat dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat Subuh, 13 Juni 2025.

Penemuan jasad Rafa dilakukan oleh seorang ibu warga sekitar, tepat di area halaman Masjid Husnul Khotimah, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah. Lokasi penemuan berada di dekat pintu masuk masjid, saat warga hendak menunaikan salat Subuh.

Warga sekitar pun geger. Suasana yang sebelumnya dipenuhi doa dan harapan berubah menjadi duka mendalam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tim medis terkait penyebab pasti kematian balita malang tersebut.

Rafa dilaporkan hilang dua hari sebelumnya. Menurut keterangan saksi, balita itu berada di dapur rumah saat anak dari pengasuhnya, Shellsi, masuk ke kamar. Hanya berselang dua menit, saat Shellsi keluar kembali, Rafa sudah tidak ada. Pintu belakang rumah ditemukan terbuka.

Keluarga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut, memicu pencarian besar-besaran oleh warga dan aparat. Pada Kamis (12/6), dua ekor anjing pelacak dari Tim K-9 Polda Kalbar diterjunkan. Hasil penciuman keduanya mengarah ke titik yang sama: sekitar rumah sang pengasuh.

“Anjing pelacak berhenti di titik yang sama, dekat rumah pengasuh. Kami langsung lakukan olah TKP dan amankan lokasi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Deddi Sitepu.

Tim gabungan kemudian memperluas investigasi berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. Tak berselang lama, jenazah Rafa ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

AKP Deddi menyebutkan bahwa indikasi tindak kejahatan dalam kasus ini sangat kuat. “Kami belum menyimpulkan, namun indikasi kejahatan sangat jelas. Saat ini kami fokus pada proses penyidikan,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian luas publik. Warganet memenuhi lini masa media sosial dengan tagar #KeadilanUntukRafa, mengecam keras dugaan pembunuhan terhadap anak yang tak berdosa, dan menyoroti lemahnya sistem perlindungan anak dalam lingkungan rumah tangga.

Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional.

“Kami pastikan tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua akan diungkap sejelas-jelasnya,” tegas AKP Deddi.

Rafa dikenal sebagai anak yang ceria dan lincah. Kini, kepergiannya menjadi luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang turut merasakan kehilangan.

Ratusan warga terus berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Sang ayah dan ibu Rafa masih dalam keadaan sangat terpukul, memeluk baju kecil anaknya yang kini tinggal kenangan.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting bagi kita semua: untuk lebih peduli, lebih menjaga, dan tidak menunda-nunda dalam memberikan kasih sayang kepada orang-orang terdekat.

Semoga keadilan ditegakkan. Dan semoga Rafa mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

*Yulizar | Lapan6online