OPINI | HUKUM
“Tawuran bagi generasi adalah masalah yang sulit untuk diatasi jika negara tidak ikut campur untuk mengatasinya karena didalamnya terdapat faktor kuat yang saling mempengaruhi yaitu identitas sosial dan pengaruh media social,”
Oleh : Elviana
MARAKNYA aksi tawuran dikalangan remaja saat ini sangat meresahkan kira semua khususnya para orang tua dan masyarakat, karena menimbulkan dampak negatif yang signifikan, baik bagi pelaku maupun masyarakat sekitar yang dapat mengakibatkan cedera serius, trauma psikilogis bahkan sampai kematian. Selain itu juga menciptakan lingkungan yang tidak aman.
Seperti yang kita ketahui kelompok pemuda yang tengah tawuran di tol Belawan Medan Tanjung Morawa (Balmera). Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan peristiwa itu berawal sabtu 3/5/2025 sekitar pukul 21.30 WIB.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan memimpin apel personil guna mengantisipasi tawuran susulan dan melaksanakan patroli serta standby di posko Belawan.

Tapi naasnya saat pulang Kapolres dihadang dan diserang bahkan dilempari sama komplotan pemuda yang tawuran sehingga AKBP Oloan terpaksa melepaskan tembakan kearah pelaku yang menyerangnya karena merasa terancam. Hasilnya dua orang remaja tertembak yakni MS (15) dan B (15) tertembak dibagian perut yang mengakibatkan meninggal Dunia.
Permasalahan remaja penuh dengan dinamika kehidupan, selalu ada alasan-alasan yang berujung pada kejahatan sampai kematian yang dilakukan oleh generasi muda.
Sangat disayangkan sekali seorang pelajar yang terlibat dalam tawuran resikonya sangat tinggi bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mengganggu konsentradi motivasi untuk belajar bahkan tawuran dapat menyebabkan trauma psikologis yang mempengarihi kesehatan mental jangka panjang.
Hal ini tentu merusak reputasi pendidikan. Tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius tentang keselamatan dan kerusakan karakter bagi generasi muda dimasa depan. Hal ini pasti sangat merugikan para pelajar karena akan mengganggu masa depan mereka dan membuat mereka harus berurusan dengan pihak yang berwajib.
Tawuran bagi generasi adalah masalah yang sulit untuk diatasi jika negara tidak ikut campur untuk mengatasinya karena didalamnya terdapat faktor kuat yang saling mempengaruhi yaitu identitas sosial dan pengaruh media sosial.
Faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab masalah kesehatan mental pada remaja yaitu tekanan akademik, pergeseran sosial pengaruh media sosial dan totaliras harapan yang tinggi dari orang tua atau keluarga.
Dalam Islam tawuran adalah perbuatan yang dilarang karena merupakan tindakan kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Solusi dalam mengatasi anak remaja yang suka tawuran dari perspektif Islam meliputi memperkuat pendidikan agama yang kuat, termasuk pemahaman tentang larangan kekerasan dan pentingnya menjaga ukhuwah (peesaudaraan).
Perang hanya diperbolehkan untuk menangkal atau menghentikan agresi, namun bahkan dalam peperangan tersebut umat Islam tidak diperbolehkan melakukan pelamggaran apapun sebagaimana dikatakan “Berperanglah dijalan Allah melawan orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas.” Dalam Al-Qur’an juga sudah tertulis yakni pada surah Al-Baqarah ayat 191.
Buramnya pendidikan nasional saat ini menunjukkan sistem pendidikan yang kehilangan ruh, generasi kehilangan jati dirinya sehingga tak tahu apa sesungguhnya tujuan hidup mereka sesungguhnya, abai terhadap pentingnya keimanan dan ketakwaan sebagai ouput pendidikan.
Rusaknya pendidikan akan berpengaruh terhadap rusaknya suatu negara. Inilah yang terjadi ketika yang diberlakukan adalah sistem pendidikan sekuler yang menihilkan peran agama yang hanya memandang tujuan dengan ukuran duniawi. Sudah semestinya negeri ini yang mayoritas muslim menerapkan sistem pendidikan Islam yang mengutamakan pembentukan kepribadian islami peserta didik serta mewujudkan peradapan maju dan mulia. (**)
*Penulis Adalah Aktivis Muslimah


















