OPINI | POLITIK | MANCANEGARA
“Kejahatan zionis Israel terhadap Palestina tak pernah mampu di selesaikan, meski di dunia ini ada perwakilan perdamaian PBB. Sebab Zionis Israel didukung oleh negara-negara imperialis yang mendirikan PBB itu sendiri,”
Oleh : Puji Sartika
DI BULAN Dzulhijjah umat Islam di seluruh penjuru dunia merayakan hari raya Idul Adha. Menyembelih hewan kurban dan menikmati hewan kurban dengan segala macam jenis masakan menjadi hal penting di perayaan Idul Adha.
Malangnya, moment seperti ini tidak terjadi dengan saudara kita yang ada di Palestina, di bulan haji yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan, berubah menjadi kesedihan yang sangat mendalam.
Badan-badan PBB telah memperingatkan bahwa lebih dari satu juta orang -hampir separuh populasi– dapat mengalami tingkat kelaparan tertinggi dalam beberapa minggu mendatang. PBB menyatakan Gaza sebagai “tempat paling kelaparan di dunia” dengan seluruh penduduknya terancam kelaparan massal akibat operasi bantuan kemanusiaan yang sangat terhambat, di mana dari 900 truk bantuan yang disetujui hanya kurang dari 600 yang berhasil dibongkar.

Iyad Al-Bayouk, pemilik peternakan sapi yang sekarang ditutup di Gaza selatan, mengatakan kekurangan ternak dan pakan yang parah akibat blokade Israel telah menaikkan harga. Beberapa peternakan lokal telah diubah menjadi tempat perlindungan. (https;//www.Tempo.com/16 Juni 2025)
Donald trump pernah berkata, jika Palestina jatuh ke tangan Yahudi, maka Gaza akan di buatnya sebagai kota pariwisata, yang di mana darah-darah saudara kita akan menjadi tontonan para turis. Kejahatan zionis Israel terhadap Palestina tak pernah mampu di selesaikan, meski di dunia ini ada perwakilan perdamaian PBB. Sebab Zionis Israel didukung oleh negara-negara imperialis yang mendirikan PBB itu sendiri.
Malangnya, sejak penjajahan terhadap rakyat Gaza dimulai, umat Islam diseluruh dunia menutup mata. Mesir menutup akses ke Gaza. Arab Saudi berhubungan diplomatik sangat mesra kepada Donald Trump. Pemimpin Indonesia juga tak jauh beda, beberapa hari lalu saat Presiden Perancis, Malcon berkunjung ke Indonesia.
Beliau justru memberikan pernyataan yang membuat polemik. Indonesia akan mengakui kedaulatan Israel bila memberikan kemerdekaan kepada Palestina. Bagaimana mungkin tuan rumah meminta hak kepemilikan rumah kepada orang yang menjadi maling dirumahnya, begitulah analoginya.
Semua ini adalah akibat sekat nasionalime. Sekat yang memandang warga Palestina bukan satu tubuh, tubuh umat Islam karena berbeda negara. Idul Adha adalah momentum untuk memaknai dan memdalami nilai kemanusiaan, utamanya persaudaraan umat muslim. Sebab, dalam mengorbankan hewan kurban, umat muslim diingatkan Kembali tentang nilai-nilai kemanusiaan, seperti berbagi, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Ibadah haji mengajarkan bahwa umat Islam sesungguhnya adalah satu umat. Mereka berkumpul dari seluruh dunia untuk melakukan ibadah yang sama. Tak peduli batasan negara, bangsa, warna kulit, bahasa, dan lain-lain. Hanya satu yang mengikat dan menyatukan mereka, yaitu akidah Islam. Fenomena itu sekaligus mengindikasikan bahwa umat Islam sesungguhnya bisa bersatu. Semua itu bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh mereka yang menunaikan ibadah haji maupun oleh mereka yang tidak sedang berhaji.
Pada masa Nabi Muhammad saw., saat Haji Wada’, Rasulullah saw. selaku kepala negara, menggunakan momentum ibadah haji untuk menyampaikan pesan politik kepada masyarakat Daulah Islam yang menunaikan ibadah haji. Pada saat itu, misalnya, Rasulullah saw. menyampaikan beberapa pesan penting. Di antaranya tentang kemuliaan darah dan harta benda umat Islam, tentang pentingnya memegang amanah; juga tentang keharusan meninggalkan tradisi jahiliah.
Isi Khutbah Rasulullah SAW Saat Haji Wada
Setelah memuji dan bersyukur kepada Allah SWT, Rasulullah SAW kemudian menyampaikan, “Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengar teliti kata-kata ku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir di sini pada hari ini,”.
“Wahai manusia sebagaimana kamu menganggap bulan ini, dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang muslim sebagai amanah yang suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak, janganlah kamu sakiti siapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu pula,”.
“Ingatlah sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu, dan Dia pasti akan membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.
Berwaspadalah terhadap setan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya tidak mengikuti dalam perkara-perkara kecil,”.
“Wahai manusia, selayaknya kamu mempunyai hak atas para istri kamu, mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka lantaran sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina,”.
“Wahai manusia, dengarkanlah bersungguh-sungguh kata-kata ku ini, sembahlah Allah dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadan dan tunaikan zakat dan harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ‘ibadah haji’ sekiranya kamu mampu. Ketahuilah setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorang pun lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam takwa dan beramal saleh,”.
“Ingatlah, bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan di atas apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, berhati-hatilah agar jangan sekali-kali kamu terluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku,”.
“Wahai manusia, tidak ada lagi nabi dan rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, timbanglah dengan betul dan pahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu,”
“Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Qur’an dan sunnahku,”. “Sungguh Nabi SAW bersabda padanya, pada Haji Wada (haji perpisahan/haji Nabi Muhammad SAW yang terakhir). Simaklah dengan baik wahai orang-orang, lalu beliau bersabda: ‘Jangan kalian kembali kepada kekufuran setelah aku wafat, saling bunuh dan memerangi satu sama lain.’ (HR. Bukhari)
Bulan idul Adha seharusnya menjadi bulan penyatuan umat Islam diseluruh dunia. Peristiwa Kurban Nabi Ibrahim terhadap anaknya nabi Ismail karena ketakwaan dan perintah Allah SWT. Mengorbankan saudara seakidah kepada penjajah yang memusuhi agama Allah SWT adalah bentuk pengingkaran akan perintah Allah SWT. Semoga tahun ini tahun terakhir umat Islam terpecah belah dan menjadikan moment Idul Adha, moment menyatukan perasaan, pemikiran dan aturan sesuai perintah Allah SWT. Wallahu alam bishawab. (**)
*Penulis Adalah Aktivis Muslimah


















