
OLAHRAGA | POLITIK
“Kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih para atlet. Tapi kalau ingin terus berprestasi di level yang lebih tinggi, kami butuh dukungan nyata dari pemerintah daerah melalui Kormi Bengkayang. Tanpa dukungan pendanaan dan fasilitas latihan yang memadai, sulit bagi kami untuk berkembang,”
Bengkayang l KALBAR l Lapan6online : Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para atlet panahan tradisional Kabupaten Bengkayang. Dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Fespati Kalimantan Barat I yang digelar di Ketapang baru-baru ini, tim Fespati Bengkayang sukses meraih lima medali emas dan menempati posisi juara umum kedua, hanya terpaut dari tuan rumah Ketapang.
Namun, di balik capaian gemilang tersebut, tersimpan realitas yang memprihatinkan. Para atlet dan pelatih masih harus berjuang di tengah keterbatasan fasilitas serta minimnya dukungan dari pemerintah daerah.
Ketua Umum Fespati Bengkayang, Irwin Saputra, mengungkapkan rasa bangga atas kerja keras para atlet, sekaligus keprihatinan terhadap kurangnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan olahraga tradisional seperti panahan.

“Kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih para atlet. Tapi kalau ingin terus berprestasi di level yang lebih tinggi, kami butuh dukungan nyata dari pemerintah daerah melalui Kormi Bengkayang. Tanpa dukungan pendanaan dan fasilitas latihan yang memadai, sulit bagi kami untuk berkembang,” tegas Irwin, pada Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, hingga saat ini kegiatan latihan Fespati Bengkayang masih banyak bergantung pada inisiatif pribadi pelatih dan atlet. Mereka belum memiliki tempat latihan tetap, sementara sebagian besar peralatan merupakan hasil swadaya. Meski begitu, semangat para atlet tetap tinggi untuk terus mengharumkan nama Bengkayang di ajang olahraga tradisional.
Capaian lima medali emas ini seharusnya menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah bahwa potensi besar telah tumbuh di Bengkayang. Fakta bahwa para atlet mampu berprestasi di tengah keterbatasan menunjukkan dedikasi dan potensi luar biasa yang selama ini belum tersentuh secara serius oleh kebijakan daerah.
“Kami berharap pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Kormi Bengkayang dapat memberikan dukungan pendanaan yang konkret untuk pembinaan Fespati. Jangan sampai olahraga tradisional seperti panahan hanya diperhatikan saat berprestasi, lalu dilupakan setelahnya,” tambah Irwin.
Ia juga menegaskan bahwa jika perhatian dan dukungan tidak segera ditingkatkan, semangat para atlet dikhawatirkan akan terkikis oleh berbagai keterbatasan. Padahal, dengan pembinaan berkelanjutan dan fasilitas yang memadai, panahan tradisional Bengkayang berpotensi menjadi kebanggaan di kancah nasional bahkan internasional.
“Jika ada pembinaan dari induk organisasi dan pemerintah Bengkayang, panahan tradisional berpotensi menjadi kebanggaan kita di tingkat nasional dan internasional,” pungkas Irwin.
*Yulizar | Lapan6Online

















