EKONOMI | POLITIK
”Sementara ini BUMDes kami bekerja sama dengan masyarakat guna penanaman jagung dan bawang sekitar 4 hektar lahan persiapan tahun 2025 jika berhasil tahun depan kami wacanakan untuk memperluas atau menambah lagi lokasi,”
Majene | SULBAR | Lapan6Online : BUMDes Bannang Pute, (Badan Usaha Milik Desa,red) Benang putih Persiapan Buka Lahan 4 Hektar BUMDes Bannang Puteh, Desa Babbabulo, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene bekerjasama dengan masyarakat membuka lahan Jagung seluas 2 Hektar dan untuk Bawang 2 Hektar, pada Senin 27 Oktober 2025.

Strategi pengembangan BUMDes meliputi optimasi kinerja dengan teknologi, pemanfaatan potensi desa untuk unit usaha baru, perluasan pasar produk BUMDes, dan penguatan kapasitas pengelola melalui pelatihan dan kemitraan. Selain itu, penting untuk mengembangkan BUMDes dengan meningkatkan kualitas layanan dan produk, serta mengelola keuangan secara bijak.
PJ.Kepala Desa Fadli Paulangi saat ditemui Lapan6Online, pada Senin (27/10/2025) mengatakan bahwa,”Sementara ini BUMDes kami bekerja sama dengan masyarakat guna penanaman jagung dan bawang sekitar 4 hektar lahan persiapan tahun 2025 jika berhasil tahun depan kami wacanakan untuk memperluas atau menambah lagi lokasi,” jelasnya.

Menurutnya jagung dan bawang sangat potensi dikembangkan khususnya masyarakat Petani di desanya sudah 2 kali panen hasilnya sangat memuaskan dan ada peningkatan.
Ketua BUMDesa Muhammad Hadaming terus memantau perkembangan Masyarakat tani Desa Babbabulo sangat antusias serta bersemangat mengembangkan penanaman jagung dan bawang, Peran strategis dan manajerial.

Menggali dan mengoptimalkan potensi desa: Ketua BUMDes bertugas mengidentifikasi potensi desa, seperti lahan, sumber daya manusia, dan tradisi pertanian, untuk dijadikan unit usaha yang produktif.
Menyusun rencana bisnis : Bersama pengurus lain, ketua BUMDes merumuskan rencana usaha tani bawang dan jagung yang terperinci. Ini mencakup perencanaan produksi, anggaran, pemasaran, hingga pengelolaan risiko.

Mengelola operasional unit usaha: Ketua BUMDes bertanggung jawab mengendalikan seluruh kegiatan unit usaha pertanian, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, alat pertanian, hingga proses panen.
Membangun kemitraan : Ketua BUMDes menjalin kerja sama dengan pihak luar, seperti distributor, lembaga keuangan, atau pemerintah daerah, untuk memperluas jaringan pasar dan mengakses permodalan.

Mempertanggungjawabkan keuangan : Ketua BUMDes mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel, serta menyusun laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah desa dan masyarakat.
Peran Pemberdayaan Masyarakat
Fasilitator permodalan : Ketua BUMDes dapat menginisiasi unit simpan pinjam atau menyediakan kredit modal untuk membantu petani membeli benih, pupuk, atau alat pertanian yang diperlukan.

Penyedia sarana dan prasarana: BUMDes, di bawah kepemimpinan ketua, bisa menyediakan fasilitas yang dibutuhkan petani, seperti alat pengolahan pascapanen, irigasi, atau gudang penyimpanan.
Pendampingan dan pelatihan: Ketua BUMDes berperan sebagai mediator untuk mendatangkan ahli pertanian atau menyelenggarakan pelatihan bagi petani. Pelatihan dapat mencakup teknik budidaya modern, penggunaan pupuk organik, hingga strategi pemasaran.
Pengorganisasian kelompok tani: Ketua BUMDes membantu mengorganisir petani ke dalam kelompok-kelompok yang lebih solid. Hal ini akan mempermudah koordinasi, penyaluran bantuan, dan proses kolektivitas dalam kegiatan tani.
Fasilitator pemasaran: Ketua BUMDes membantu menciptakan unit usaha pemasaran yang dapat menampung hasil panen petani. Ini membantu memangkas rantai pasok dan memastikan petani mendapatkan harga yang lebih adil.

Contoh Penerapan Praktis
Pengadaan benih dan pupuk: Ketua BUMDes dapat bekerja sama dengan produsen benih unggul dan distributor pupuk untuk mendapatkan harga yang lebih baik bagi petani.
Unit pengeringan jagung: BUMDes bisa mendirikan unit pengeringan jagung atau bawang untuk meningkatkan kualitas hasil panen dan daya simpan, sehingga bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.
Kemitraan dengan pabrik olahan: BUMDes dapat menjalin kemitraan dengan pabrik pengolahan jagung atau bawang untuk memastikan hasil panen petani terserap secara konsisten.
Pelatihan budidaya berkelanjutan: BUMDes mengadakan pelatihan tentang praktik pertanian berkelanjutan yang minim risiko lingkungan dan menunjang kualitas produk.
Program ketahanan pangan: BUMDes dapat mengimplementasikan program penanaman jagung secara serentak untuk mendukung ketahanan pangan lokal. (*HGDP)


















