Festival Unggulan Budaya Sipamandar, Jadi Event Promosi Pariwisata Kabupaten Majene

0
359

BUDAYA | WISATA

“Tujuannya selain pelestarian tradisi dan budaya mandar juga membangun harmonisasi dan jembatan Apresiasi budaya kepada generasi muda serta ajang silaturrahmi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pelibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kabupaten Majene,”

Majene | SULBAR | Lapan6Online : Festival Sipamandar adalah sebuah event unggulan Dinas budpar yang mengangkat nilai budaya tradisi leluhur orang Mandar bertempat di Stadion Prasamiya, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi, pada Sabtu (25/10/2025).

Beraneka ragam acara yang disuguhkan, dimulai Jumat 24 Oktober 2025 hingga 28 Oktober 2025, opening ceremony, tradisi ritual mappasau, macco,bo parewa, sayyang pattuduq, kalindadaq,tari pa,jinang, pappasang, pemanna, rawana, pa,dego’seru, Harmony tu’duq sipamandar (Pentas Edukasi IV Kelas sanggar Kaka,u Management) pementasan musik tari, kolosal sanggar Kaka,u management , semangat pagi Majene, senam pagi, Ekspresi muda lomba band kreasi sayang sayang.

Lomba tari kreasi antar sanggar sekolah SD se- kabupaten Majene, Pentas Kaloborasi, Penampilan Sanggar/ Komunitas se-Sulawesi Barat, Closing Ceremony”nada dan warisan, penampilan para penyanyi Legendaris Mandar.

Drs. H. Ahmad Djamaan, M.Si., Kadis Pariwisata dan Budaya, Kabupaten Majene kepada Lapan6Online.com mengatakan bahwa,”Dilaksanakan selama lima hari dengan tema:”Sossorang Assimemangang”. Tujuannya selain pelestarian tradisi dan budaya mandar juga membangun harmonisasi dan jembatan Apresiasi budaya kepada generasi muda serta ajang silaturrahmi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pelibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kabupaten Majene,” jelas Ahmad Djamaan.

Hal senada disampaikan Muh. Afiat Mulwan, ST, MT bahwa,”Peran dan tugas utama perumusan kebijakan teknis di bidang pariwisata dan kebudayaan, termasuk pengembangan destinasi, pemasaran, sumber daya manusia, dan ekonomi kreatif. Pelaksanaan kebijakan, seperti menyelenggarakan festival, pameran, dan lomba-lomba yang berhubungan dengan pariwisata dan kebudayaan. Dan pengembangan destinasi serta membantu mengembangkan objek dan daya tarik wisata, serta melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap usaha jasa pariwisata. Pemasaran Pariwisata dalam melakukan promosi dan pemasaran destinasi pariwisata untuk menarik wisatawan,” jelasnya.

Ia menambahkan,”Pembinaan dan pemberdayaan untuk membina masyarakat lokal, seniman, dan budayawan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan. Pelestarian budaya dalam rangka berupaya melestarikan seni, tradisi, dan adat istiadat melalui program edukasi, pelatihan, dan dukungan bagi pelaku budaya. Selain itu dalam rangka menjalin kerja sama untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, komunitas, organisasi budaya, dan pelaku industri pariwisata untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat,” tambahnya.

Contoh Gebrakan Dinas
Menyelenggarakan festival dan acara budaya: Untuk menampilkan seni dan budaya lokal serta menarik wisatawan.

Program pelatihan dan edukasi: Memberikan pelatihan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar dapat berperan dalam pengelolaan pariwisata dan menjaga kelestarian budaya.

Pengembangan destinasi wisata berbasis budaya: Mengubah potensi budaya menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi, seperti pengembangan desa wisata atau destinasi berbasis sejarah.

Menjalin kemitraan: Bekerja sama dengan swasta dan investor untuk mengembangkan potensi pariwisata agar tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, seperti mengundang investor untuk pengelolaan objek wisata. (*HGDP)