Gaung Imlek di Sungai Duri : Festival Budaya Tionghoa Rajut Kebersamaan

0
57

PERISTIWA

“Kami mengimbau agar pengunjung tidak menggunakan perhiasan mencolok, memarkir kendaraan dengan tertib, memastikan kendaraan terkunci dengan baik, serta tetap waspada demi keamanan bersama,”

Bengkayang l KALBAR l Lapan6Online :Gaung perayaan Imlek tahun ini di Sungai Duri diisi dengan Festival Budaya Tionghoa yang digelar di Terminal Sungai Duri, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Selasa malam (24/02/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai toleransi antarumat beragama dan antaretnis di tengah keberagaman masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sungai Raya, Juriat, bersama unsur Muspika Kecamatan Sungai Raya. Turut hadir Kepala Desa Sungai Duri Heriyanto, Kapolsek Sungai Raya AKP Imam Widhiatmoko, Danramil Sungai Raya Kapten Inf Hendro Purnomo, serta Anggota DPRD Dapil IV Nurhayati.

Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya sekaligus komitmen menjaga kondusivitas wilayah.

Festival secara resmi dibuka oleh Camat Sungai Raya, Juriat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa toleransi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Sikap toleransi merupakan tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah kita,” ujarnya di hadapan warga yang memadati lokasi acara.

Menurutnya, keberagaman budaya di Kecamatan Sungai Raya merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai ruang silaturahmi, memperkuat persatuan, serta mendorong generasi muda mencintai dan melestarikan budaya lokal maupun nasional.

Ketua panitia, Liu Syunkim, menyampaikan bahwa festival kali ini menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari tarian bonsai hingga tarian dari berbagai etnis yang ada di Sungai Duri. Seluruh penampilan dibawakan oleh sanggar-sanggar seni lokal Desa Sungai Duri yang telah berlatih secara intensif.

“Kami ingin menampilkan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Sungai Duri. Semua etnis turut ambil bagian dalam pertunjukan malam ini,”ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Tionghoa Desa Sungai Duri, Andy Wijaya (Aman Kayu) menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun latar belakang sosial.

“Kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Sungai Duri hidup rukun dan saling menghormati,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati area terminal sejak sore hingga malam hari. Selain menyaksikan pertunjukan seni, warga juga memanfaatkan momentum tersebut untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan sosial dalam suasana penuh keakraban.

Dari sisi keamanan, Kapolsek Sungai Raya AKP Imam Widhiatmoko mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

“Kami mengimbau agar pengunjung tidak menggunakan perhiasan mencolok, memarkir kendaraan dengan tertib, memastikan kendaraan terkunci dengan baik, serta tetap waspada demi keamanan bersama,” tegasnya.

Pengamanan Festival tersebut dilakukan secara maksimal dengan melibatkan personel kepolisian dan unsur terkait. Kapolsek Sungai Raya bersama Kanit Reskrim Polsek Sungai Raya IPDA Ignasius Hawang, S.H., tampak siaga di lapangan guna memastikan kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif.

Festival Budaya Tionghoa ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga simbol harmonisasi sosial di Kabupaten Bengkayang. Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, panitia, dan masyarakat, kegiatan berlangsung tertib hingga selesai.

Melalui kegiatan budaya seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan, toleransi, dan persatuan terus tumbuh serta menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Sungai Raya, khususnya di Desa Sungai Duri.

*Yulizar Lapan6Online